Makanan merupakan salah satu faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), baik secara global maupun nasional. Konsumsi makanan tidak sehat yang dilakukan secara terus-menerus dapat menjadi perilaku konsumsi makanan berisiko. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi konsumsi makanan individu ialah orang tua individu. Tujuan penelitian: Mengetahui adanya hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku konsumsi makanan berisiko pada remaja di Kota Depok. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Sampel terdiri atas 110 remaja yang berusia 15–18 tahun yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuesioner karakteristik responden, Parenting Style Questionnaire (PSQ), dan Eating Behaviour Pattern Questionnaire (EBPQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Sebagian besar remaja memiliki pola asuh otoritatif (80%) dan perilaku konsumsi makanan yang baik (54,5%). Uji statistik menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dan perilaku konsumsi makanan berisiko pada remaja di Kota Depok (p value = 0,632). Diskusi: Pola asuh orang tua bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi makanan remaja. Ada faktor-faktor lain yang memengaruhinya, misalnya teman sebaya, lingkungan sekolah, dan sebagainya. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku konsumsi makanan berisiko. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi pemicu bagi penelitian selanjutnya untuk mempertimbangkan untuk mengambil sampel dengan jumlah yang lebih besar dan merata serta dapat meneliti lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang memengaruhi perilaku konsumsi makanan pada remaja. Kata Kunci: konsumsi makanan, orang tua, perilaku, pola asuh, remaja Parenting Styles and Risky Food Consumption Behavior among Adolescents in Depok CityABSTRACTFood consumption is one of the major risk factors for non-communicable diseases (NCDs) at both global and national levels. Continuous consumption of unhealthy foods may lead to risky eating behaviors. One factor that may influence individual eating behavior is parental influence. Objective: This study aimed to examine the correlation between parenting style and risky food consumption behavior among adolescents in Depok City. Methods: This study employed a cross-sectional design. The sample consisted of 110 adolescents aged 15–18 years who were selected using purposive sampling. The research instruments included a respondent characteristics questionnaire, the Parenting Style Questionnaire (PSQ), and the Eating Behaviour Pattern Questionnaire (EBPQ). Data were analyzed using the Chi-square statistical test. Results: Most adolescents experienced an authoritative parenting style (80%) and demonstrated good food consumption behavior (54.5%). The statistical analysis showed no significant correlation between parenting style and risky food consumption behavior among adolescents in Depok City (p = 0.632). Discussion: Parenting style is not the only factor that influences adolescents’ food consumption behavior. Other factors, such as peer influence, school environment, and social context, may also contribute to shaping adolescents’ eating patterns. Conclusion: There was no significant correlation between parenting style and risky food consumption behavior among adolescents. These findings suggest that future studies should consider larger and more representative samples and further examine other factors that may influence adolescents’ food consumption behavior. Keywords: food consumption, parents, behavior, parenting style, adolescents