This Author published in this journals
All Journal JER
Rifal Richard Pangemanan
Pakistan Adventist Seminary and College, Farooqabad Mandi, Pakistan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Herding Berbasis Narasi dan Petunjuk Otoritas: Framing Krisis Transparansi dan Spiral Likuiditas pada Kejatuhan IHSG Harke Revo Leonard Polii; Aldo Franco Karinda; Rifal Richard Pangemanan
Jurnal Economic Resource Vol. 9 No. 1 (2026): October - March
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/jer.v9i1.2358

Abstract

Penelitian ini menganalisis episode penghentian perdagangan sementara (trading halt) di pasar saham Indonesia pada akhir Januari 2026 dengan menelaah apakah guncangan tersebut lebih konsisten dengan penyeimbangan ulang indeks yang bersifat mekanis atau dengan koordinasi defensif yang diperkuat konvergensi narasi setelah muncul sinyal otoritatif dari penyedia indeks global. Dengan desain studi kasus metode campuran yang bersifat eksplanatori, penelitian menggabungkan studi peristiwa pada IHSG menggunakan return harian, Abnormal Return (AR), dan Cumulative Abnormal Return (CAR) pada beberapa jendela peristiwa, proksi volatilitas intrahari berbasis OHLC (open-high-low-close) dengan estimator Parkinson, serta penelusuran proses, analisis framing, dan pengodean tematik atas komunikasi publik. Hasil menunjukkan tiga bingkai narasi utama, yakni isu kelayakan investasi (Investability) dan transparansi kepemilikan, label media mengenai saham “gorengan”, serta kekhawatiran terhadap penurunan status atau bobot indeks. Temuan kuantitatif memperlihatkan dislokasi return dan lonjakan volatilitas yang terklaster dekat peristiwa, sedangkan temuan kualitatif menunjukkan bahwa ketiga bingkai tersebut berkonvergensi menjadi interpretasi dominan tentang risiko aksesibilitas pasar. Secara keseluruhan, bukti penelitian lebih konsisten dengan mekanisme koordinasi defensif reputasional/berbasis tolok ukur yang berinteraksi dengan kondisi likuiditas pasar daripada dengan penyesuaian indeks yang sepenuhnya mekanis. Implikasi kebijakan menekankan pentingnya komunikasi risiko yang terkoordinasi, kredibilitas implementasi reformasi, serta penguatan tata kelola data dan transparansi sebagai prasyarat kelayakan investasi.