Kajian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif strategi komunikasi orang tua dalam menanggulangi kendala belajar anak. Komunikasi dalam keluarga (intrafamilial) sangat penting sebagai landasan pembentukan karakter, perilaku, dan prestasi akademis anak, khususnya pada usia dini. Komunikasi yang efektif adalah faktor penentu untuk menciptakan hubungan harmonis, menumbuhkan pemahaman, dan menanamkan tanggung jawab pada anak. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif di Kelurahan Simpang Baru, Pekanbaru, melibatkan orang tua sebagai informan kunci. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur dan wawancara mendalam untuk menggali taktik komunikasi yang diterapkan orang tua. Hasil temuan menunjukkan peran sentral orang tua tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai sumber utama motivasi belajar. Secara empiris, penerapan pola asuh demokratis berkorelasi positif dengan perkembangan karakter anak yang mandiri, kooperatif, dengan regulasi emosi dan kematangan sosial yang baik. Sebaliknya, gaya pengasuhan kurang adaptif (otoriter atau permisif) cenderung berdampak negatif. Data menguatkan bahwa kualitas komunikasi yang dibangun atas dasar kebaikan, kelembutan, dan afeksi secara signifikan meningkatkan rasa nyaman, disiplin diri, tanggung jawab, dan kinerja akademis anak. Kesimpulannya, komunikasi yang transparan dan efektif adalah instrumen krusial bagi orang tua untuk mendukung perkembangan kepribadian dan merespons tantangan belajar anak, karena keluarga adalah institusi pendidikan pertama.