Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Family Gathering untuk Meningkatkan Sense of Belonging pada Komunitas Forum Diskusi Islam (FORDIS) di Kampus V UNP Bukittinggi hafiz octavian; Aulia Arifa Putri; Lucky Iqra Ilhamda; Sonia Mayola; Wahida Nisa Azra; Muhammad Dzakiy; Intan Cahyani; Loviana Putri; Miftahul rizki
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v2i4.204

Abstract

Sense of belonging merupakan kebutuhan psikologis mendasar yang berperan penting dalam keterlibatan dan keberlanjutan partisipasi individu dalam komunitas. Rendahnya sense of belonging pada komunitas mahasiswa dapat berdampak pada menurunnya partisipasi dan lemahnya ikatan emosional antaranggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan family gathering dalam meningkatkan sense of belonging pada anggota Forum Diskusi Islam (FORDIS) Kampus V Universitas Negeri Padang Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan desain mixed methods. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan studi dokumentasi, sedangkan data kuantitatif dikumpulkan menggunakan desain pretest–posttest dengan instrumen Sense of Belonging Instrument (SOBI) yang telah dimodifikasi. Subjek penelitian berjumlah 32 anggota FORDIS. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor sense of belonging dari 60,56 pada pretest menjadi 78,28 pada posttest, serta perbedaan yang signifikan secara statistik (Z = -4,340; p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan family gathering efektif dalam meningkatkan sense of belonging melalui penguatan interaksi sosial non-formal dan keterikatan emosional anggota komunitas. Kata kunci: sense of belonging, family gathering, komunitas mahasiswa, PAR
Efektivitas Family Gathering untuk Meningkatkan Sense of Belonging pada Komunitas Forum Diskusi Islam (FORDIS) di Kampus V UNP Bukittinggi hafiz octavian; Aulia Arifa Putri; Lucky Iqra Ilhamda; Sonia Mayola; Wahida Nisa Azra; Muhammad Dzakiy; Intan Cahyani; Loviana Putri; Miftahul rizki
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v2i4.204

Abstract

Sense of belonging merupakan kebutuhan psikologis mendasar yang berperan penting dalam keterlibatan dan keberlanjutan partisipasi individu dalam komunitas. Rendahnya sense of belonging pada komunitas mahasiswa dapat berdampak pada menurunnya partisipasi dan lemahnya ikatan emosional antaranggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan family gathering dalam meningkatkan sense of belonging pada anggota Forum Diskusi Islam (FORDIS) Kampus V Universitas Negeri Padang Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan desain mixed methods. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan studi dokumentasi, sedangkan data kuantitatif dikumpulkan menggunakan desain pretest–posttest dengan instrumen Sense of Belonging Instrument (SOBI) yang telah dimodifikasi. Subjek penelitian berjumlah 32 anggota FORDIS. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor sense of belonging dari 60,56 pada pretest menjadi 78,28 pada posttest, serta perbedaan yang signifikan secara statistik (Z = -4,340; p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan family gathering efektif dalam meningkatkan sense of belonging melalui penguatan interaksi sosial non-formal dan keterikatan emosional anggota komunitas. Kata kunci: sense of belonging, family gathering, komunitas mahasiswa, PAR
Pemberdayaan Kelompok Tani Pagadih: Pemetaan Avenza Maps Luring untuk Proteksi Lahan dan Mitigasi Bencana Sabar Aulia Rahman; Rizal Kurniawan; Reno Fernandes; Fikri Ramadhan Efendi; Holly Aura Army Bias; Yafi Rafif Irfi; Olivia Marlius Ananta; Indri Juliyanti; Aulia Arifa Putri; Fadhlullah Oktaraihan; Muhammad Farhan Ibrahimovich; Tya Syahrani; Farhan Rivaleno; Dira Meri Andika; Fahrel Aprizaldo; Raihan Almadani Auly
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.2011

Abstract

Masyarakat Nagari Pagadih, Kabupaten Agam, menghadapi kerentanan tinggi terhadap bencana longsor dan banjir bandang yang berdampak pada isolasi wilayah serta hilangnya batas fisik lahan kaum/ulayat akibat tertimbun material longsor. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan jaringan komunikasi (blank spot) yang menyulitkan pemetaan mandiri. Sebagai solusi, program pengabdian ini menerapkan metode Asset-Based Community Development (ABCD) melalui penguatan literasi spasial luring menggunakan aplikasi Avenza Maps dan Forest Watcher. Kegiatan dilaksanakan pada Januari 2026 melibatkan 17 peserta dari unsur kelompok tani, perangkat nagari, dan tokoh masyarakat, dengan alur aktivitas meliputi sosialisasi regulasi, edukasi zonasi lereng, praktik lapangan navigasi luring, serta evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan kapasitas teknis mitra dalam merekam koordinat absolut batas lahan dan jalur evakuasi secara mandiri tanpa kuota internet. Temuan utama program ini berhasil mengintegrasikan data spasial luring warga dengan skema insentif ekologis "Forest Voucher", di mana petani yang memetakan komitmen konservasi berhak mendapatkan bantuan bibit tanaman produktif ramah lingkungan. Pemanfaatan teknologi spasial luring ini terbukti efektif mengatasi keterbatasan sinyal di pedalaman sekaligus melindungi aset legal lahan masyarakat pasca-bencana. Implikasinya, model pemberdayaan berbasis pemetaan partisipatif luring ini sangat relevan direplikasi pada kawasan perbukitan rawan bencana lainnya.