This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bebasan
Moch. Zainul Arifin
Komunitas Teratai, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENELUSURI ABJEKSI SUBJEK DALAM NOVEL AYAH KARYA ANDREA HIRATA: KAJIAN SEMIOTIKA REVOLUSIONER JULIA KRISTEVA Moch. Zainul Arifin
Jurnal Bebasan Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v5i2.74

Abstract

Tulisan ini berupaya menjelaskan sosok Ibu yang bukan dari tubuh seorang ibu atau perempuan, akan tetapi sifat keibuan dapat juga dimiliki oleh seorang laki-laki. Sementara itu, Ayah tidak hanya merujuk pada laki-laki tetapi juga pada perempuan. Oleh karena itu, tidak dapat dipandang dalam sudut pandang anatomis-biologis semata, tetapi sebagai kesatuan antara Ibu-Ayah, yakni Ayah Imajiner. Dari keduanya membentuk ketidaksadaran semiotika manusia sehingga secara tidak langsung manusia akan mencoba mencari kenyamanan yang lebih dari yang telah didapatkan dari fungsi ibu. Sehingga subjek terus berproses mencari sesuatu yang lain agar dapat memaknai pengalaman pribadinya tersebut. Dalam novel Ayah yang ditulis Andrea Hirata menunjukkan adanya sifat keibuan dalam diri laki-laki dan sosok Ayah pada diri seorang perempuan sehingga anak mereka memiliki ketidaksadaran semiotika. Dengan melihat hal tersebut, dari teori semiotika revolusioner Kristeva diajukan dalam membedah novel tersebut. Dan didapati bahwa Zorro sebagai anak telah menyimpan pengalaman masa chora-nya pada kemeja, puisi, dan cerita. Dirinya pun tidak mengerti mengapa dia dapat bertindak sedemikian, tetapi hal tersebut membuatnya nyaman dan sosial memberikan kenyamanan tambahan dari ketidaksadaran semiotika-nya. Setelah dibahas panjang lebar, diasumsikan bahwa Zorro mengalami abjeksi yang penuh kenyamanan sebab fungsi maternal tidak dianggap kotor, jijik, dan berbahaya. Namun dibantu oleh figur Ayah Imajiner yang akhirnya Zorro mengenal bahasa dan sosial. Karena abjeksi yang menyenangkan, Zorro tidak dapat melupakan cinta, kehangatan, dan kasih sayang figur ibu padanya selamanya.
REALITAS SOSIAL DALAM NOVEL PULANG KARYA LEILA S. CHUDORI: PERSPEKTIF REALISME SOSIALIS GEORG LUKACS Moch. Zainul Arifin
Jurnal Bebasan Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v6i1.82

Abstract

Karya sastra sebagai cerminan masyarakat pada jamannya. Sebagai cerminan masyarakat, karya sastra mengangkat budaya masyarakat saat atau sebelum karya sastra itu tulis. Novel Pulang karya Leila S. Chudori dapat dikatakan novel sejarah karya mengangkat peristiwa sejarah besar yakni tragedi berdarah 30 September 1965, revolusi Prancis pada tahun 1968 dan juga peristiwa 1998 di Indonesia. Menurut Lukacs, novel sejarah dan novel sosial sama saja karena sebuah peristiwa sosial pada masa lalu akan menjadi sejarah bagi generasi masa kini. Berdasar hal tersebut, penelitian ini menggunakan teori realisme sosialisme Georg Lukacs. Teori tersebut menyatakan bahwa fakta murni alam muncul ketika suatu fenomena dunia riil ditempatkan (dalam pikiran atau dalam realitas) ke dalam suatu lingkungan di mana hukum-hukumnya dapat diawasi tanpa perlu melakukan intervensi internal. Dalam melakukan hal tersebut, kita akan sampai pada suatu pemahaman tentang bentuk-bentuk luaran fenomena dan menganggapnya sebagai bentuk, di mana inti terdalam pasti dapat muncul. Dengan bahasa yang sederhana pengetahuan totalitas akan fakta dari peristiwa haruslah dimengerti eksistensi riil dan inti terdalam dari fakta tersebut. Dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori ini, terdapat realitas sosial yang tidak pernah di pelajar di bangku sekolah. Fakta seperti adanya eksil politik yang hidup terkatung-katung di Eropa, penyiksaan dan pembantaian korban salah tangkap, dan sebagainya. Hal tersebut menjelaskan betapa sejarah yang kita pelajar saat ini hanyalah sejarah buatan oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, realitas sosial yang ada dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori ini merupakan kehidupan masyarakat Indonesia yang terlupakan.