Melina Lestari
Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Lunturnya Nilai Humanistik Ondel-ondel Betawi: Narasi Budaya dan Tantangan Pelestariannya Aisya Fadilla; Faza Izzatun Nuha; Dewi Aistya; Melina Lestari
HANA: Humanities and Academic Narratives in Education Vol. 1 No. 1 (2025): HANA: Humanities and Academic Narratives in Education
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/hana.v1i1.436

Abstract

Definisi budaya mencakup beragam definisi yang mencerminkan kompleksitasnya sebagai fenomena multidimensi. Secara etimologis, kata budaya berasal dari bahasa Latin "colere" dan dalam bahasa Indonesia dari bahasa Sansekerta "buddhayah". Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab lunturnya nilai-nilai budaya Ondel-ondel dan mengidentifikasi upaya pelestarian serta revitalisasi tradisi ini agar tetap relevan di tengah dinamika perkembangan zaman. Dengan memahami dinamika perubahan yang terjadi dalam tradisi Ondel-ondel, diharapkan dapat ditemukan solusi efektif untuk mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai budaya Betawi agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah dua tokoh masyarakat dan tokoh masyarakat Betawi yang berdomisili di Jakarta. Peneliti melakukan wawancara mendalam terkait penyebab lunturnya nilai-nilai budaya ondel-ondel. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan makna Ondel-ondel dalam masyarakat Betawi. Dahulu, Ondel-ondel memainkan peran penting dalam pernikahan adat Betawi dan memiliki fungsi magis sebagai penolak bala. Kini, Ondel-ondel lebih sering digunakan untuk mengamen di jalanan, mengubah persepsi masyarakat terhadap simbol budaya ini dari sakral menjadi profan.
Pelestarian Dodol Betawi di Era Modern Shinta Ady Saputri; Rahning Nilam Timur; Dewi Sasmita; Melina Lestari
HANA: Humanities and Academic Narratives in Education Vol. 2 No. 1 (2026): HANA: Humanities and Academic Narratives in Education
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/hana.v2i1.494

Abstract

Dodol Betawi merupakan makanan khas Betawi yang telah lama dikenal dan memiliki nilai budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Dodol Betawi dilestarikan di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif. Subjek penelitian ini adalah seorang pembuat sekaligus penjual Dodol Betawi yang berdomisili di kawasan Condet, Jakarta Timur. Peneliti melakukan wawancara mendalam mengenai relevansi pembuatan Dodol Betawi dalam upaya pelestariannya di era modern. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi tanggapan terkait pembuatan Dodol Betawi, yang melibatkan proses rumit serta keterampilan khusus yang diwariskan secara turun-temurun. Proses tersebut mencakup pemilihan bahan baku, teknik memasak yang khas, serta metode pengemasan yang unik. Dodol Betawi umumnya disajikan sebagai hidangan istimewa dalam pesta, acara adat, dan hari raya; selain itu, masyarakat Betawi juga berupaya melestarikannya di era modern melalui penyelenggaraan Festival Budaya Condet.