This Author published in this journals
All Journal EDUTECH
Erlina Yuliastuti
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Doktor Nugroho Magetan, Jawa Timur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PRAMUKA BERBASIS ETNOPEDAGOGI: MENGINTEGRASIKAN NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER CALON GURU SD Wanuh Wiyarko; Erlina Yuliastuti
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 2 No. 4 (2025): Education Studies and Teaching Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/mbbfwm92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembentukan karakter dan pemahaman kearifan lokal mahasiswa FKIP melalui integrasi etnopedagogi dalam mata kuliah Pramuka. Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya kesadaran kultural mahasiswa dalam praktik kepanduan yang cenderung hanya berfokus pada keterampilan teknis mekanistik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari 37 mahasiswa FKIP Universitas Doktor Nugroho Magetan tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan di setiap siklusnya. Pada tahap pra-siklus, ketuntasan klasikal mahasiswa hanya mencapai 24,32% dengan rata-rata nilai 61,4. Setelah dilakukan tindakan pada Siklus I, ketuntasan naik menjadi 54,05% (rata-rata 72,8), dan mencapai puncaknya pada Siklus II dengan ketuntasan klasikal sebesar 94,59% (rata-rata 84,2). Simpulan penelitian menunjukkan bahwa model ethno-scouting efektif dalam mentransformasi paradigma mahasiswa FKIP dari penguasaan teknis menuju internalisasi nilai filosofis kearifan lokal. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan pendekatan etnopedagogi sebagai strategi penguatan profil lulusan calon guru yang memiliki kecerdasan kultural.