This Author published in this journals
All Journal SOSHUM
Mirnani Denta Athiyah Uchtiyani
Universitas Sunan Gresik, Jawa Timur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL-MODEL PSIKOTERAPI ISLAM DALAM LITERATUR PSIKOLOGI KONTEMPORER Mirnani Denta Athiyah Uchtiyani
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 4 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/far9gr81

Abstract

Perkembangan psikoterapi kontemporer menunjukkan kecenderungan menuju pendekatan yang holistik dan sensitif terhadap nilai budaya serta spiritual klien. Dalam konteks masyarakat Muslim, psikoterapi Islam muncul sebagai alternatif dan pendekatan komplementer yang mengintegrasikan prinsip-prinsip ajaran Islam dengan kerangka psikologi modern. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis model-model psikoterapi Islam yang berkembang dalam literatur psikologi kontemporer lima tahun terakhir serta mengidentifikasi landasan teoretis, karakteristik intervensi, dan implikasinya bagi praktik psikologi dan konseling. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA, melalui penelusuran artikel jurnal peer-reviewed dari basis data Scopus, PubMed, PsycINFO, Google Scholar, dan SINTA pada periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa psikoterapi Islam dapat diklasifikasikan ke dalam empat model utama, yaitu psikoterapi tauhidik, psikoterapi tasawuf, psikoterapi berbasis dzikir dan doa, serta model psikoterapi integratif yang mengkombinasikan nilai Islam dengan pendekatan terapi modern. Model-model tersebut menekankan peran spiritualitas dalam membangun keseimbangan jiwa dan kesehatan mental. Implikasi kajian ini menunjukkan bahwa psikoterapi Islam berpotensi menjadi pendekatan alternatif dan komplementer dalam pelayanan kesehatan mental, khususnya bagi klien Muslim. Namun, diperlukan penelitian lanjutan untuk memperkuat dasar empiris dan pengembangan model yang lebih terstruktur.