Tempat kerja merupakan area yang memiliki berbagai sumber bahaya, salah satunya adalah risiko penyakit kardiovaskuler yang dapat menyebabkan henti jantung dan nafas. PT YTL Jawa Timur, sebagai pembangkit listrik tenaga uap, memiliki risiko operasional tinggi seperti bekerja di ketinggian, area dekat laut, dan penggunaan bahan kimia yang berpotensi menyebabkan kondisi darurat medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko henti jantung dan nafas serta mengevaluasi implementasi pelatihan Basic Life Support (BLS) di perusahaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa area berisiko tinggi seperti Jetty, Main Office, CCR, Boiler, dan WTP. Implementasi pelatihan BLS dilakukan secara berkala mencakup pemaparan materi, tes tertulis, dan praktek menggunakan peralatan seperti mannequin, CPR monitor, dan AED. Pelatihan ini penting untuk memastikan kesiapsiagaan karyawan dalam memberikan pertolongan pertama yang cepat dan tepat guna mencegah fatalitas di tempat kerja