Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversible, sehingga pasien memerlukan terapi hemodialisa seumur hidup. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga mempengaruhi aspek psikologis, sosial, dan spiritual pasien. Oleh karena itu, self care management menjadi komponen penting dalam membantu pasien mengelola penyakit, mencegah terjadinya komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self care management dengan kualitas hidup pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 117 pasien CKD yang menjalani hemodialisa, dengan sampel sebanyak 54 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Self Care of CKD Index dan WHOQOL-BREF. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self care management yang rendah (37%) dan kualitas hidup yang buruk (63%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self care management dengan kualitas hidup pasien CKD, dengan nilai p = 0,001. Terdapat hubungan yang bermakna antara self care management dengan kualitas hidup pasien CKD. Peningkatan kemampuan perawatan diri melalui edukasi yang berkelanjutan serta dukungan keluarga sangat diperlukan agar pasien lebih mandiri dan kualitas hidupnya dapat meningkat.