Nandini Ayuningtias
Universitas Papua, Manokwari, Papua Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEKOLAH HIJAU SEBAGAI WADAH PENINGKATAN KESADARAN LINGKUNGAN (KAMPUNG PRAFI MULYA, KECAMATAN PRAFI, KABUPATEN MANOKWARI) Nandini Ayuningtias; Syaifullah Rahim; Baso Daeng
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Masyarakat
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/bapgt546

Abstract

Kesadaran lingkungan merupakan elemen penting dalam mencapai pembangunan berkelanjutan, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di Kampung Prafi Mulya, Kecamatan Prafi, Kabupaten Manokwari, melalui implementasi program Sekolah Hijau. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan ceramah interaktif, yang melibatkan guru dan siswa sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai kesadaran lingkungan dan penerapan prinsip Sekolah Hijau, dengan rata-rata nilai post-test mencapai 88%. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dalam praktik keberlanjutan. Diharapkan, program Sekolah Hijau dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam menerapkan pendidikan berbasis lingkungan secara berkelanjutan.
TEKNOLOGI PERTANIAN SEBAGAI SOLUSI CERDAS UNTUK PETANI LOKAL (KAMPUNG MATOA, KECAMATAN PRAFI, KABUPATEN MANOKWARI) Syaifullah Rahim; Nandini Ayuningtias; Imam Widodo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Masyarakat
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/sg5fv446

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani lokal di Kampung Matoa, Kecamatan Prafi, Kabupaten Manokwari, dalam penerapan teknologi pertanian sederhana. Petani di wilayah ini menghadapi tantangan signifikan akibat keterbatasan akses terhadap teknologi modern, yang mengakibatkan ketergantungan pada metode tradisional yang kurang produktif. Melalui pelatihan yang dilaksanakan pada 25 Januari 2025, peserta diberikan materi teori dan praktik mengenai sistem irigasi sederhana, penggunaan pupuk organik, dan teknik pengendalian hama alami. Evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan rata-rata skor post-test mencapai 82,5, meningkat 120% dibandingkan pre-test. Respons peserta terhadap pelatihan sangat positif, meskipun terdapat kendala dalam akses alat dan perubahan pola pikir. Diperlukan dukungan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan penerapan teknologi ini.