Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SKRINING BIOAKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI, FITOKIMIA, SERTA TOKSISITAS DARI AKAR KAYU NGAUNG (FICUS OBSCURA BLUME) Abdul Rasyid Zarta; Ulyatur Rosyida; Heriad Daud Salusu; Iskandar Iskandar; Farida Aryani; M. Fikri Hernandi; Wartomo Wartomo
Science and Applied Journal (SIAP) Vol. 2 No. 4 (2025): Science and Applied Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya penggunaan salah satu tumbuhan hutan yang berkhasiat bagi kesehatan. Salah satu jenis tumbuhan hutan yang telah dilakukan pengujian adalah daun dan batang tumbuhan ngaung dan hasilnya menunjukkan bahwa tanaman ngaung memiliki manfaat bagi kesehatan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan, aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli, Streptococcus mutans dan Propionibacterium acne, serta untuk mengetahui kandungan fitokimianya yaitu flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, triterpenoid dan steroid dan mengetahui toksisitas pada bagian akar pada tanaman ngaung (Ficus obscura Blume). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengujian aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 pada ekstrak kulit akar ngaung adalah 19.82 ppm dan pada kayu akar ngaung adalah 14.332 ppm. Daya hambat terbesar pertumbuhan bakteri Proponibacterium acne adalah pada kulit akar konsenstrasi 100 µg/well  yaitu 8,88 mm sedangkan kayu akar penghambatan terbesar pada konsentrasi 200 µg/well  dengan penghambatan 8,66 mm. Daya hambat terbesar pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah pada konsentrasi 400 µg/well  yaitu sebesar 10 mm pada kulit akar dan 9,99 pada kayu akar. Hasil pengujian pada sampel uji memiliki kandungan senyawa fitokimia flavonoid, tanin, alkaloid dan triterpenoid pada kulit akar Ngaung sedangkan pada kayu akar Ngaung didapatkan senyawa flavonoid, saponin, tanin, saponin dan triterpenoid. Hasil pengujian toksisitas ekstrak kulit akar maupun kayu akar menunjukan bahwa senyawa bersifat tidak toksik.