Zihori Maulida
Institut Pendidikan Nusantara Global, Lombok Tengah, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor Penyebab Prokrastinasi di Kalangan Mahasiswa Hasanaturro'i; Zihori Maulida; Jorge Enrique C
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2024): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v2i1.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab prokrastinasi di kalangan mahasiswa melalui metode literature review. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis berbagai studi yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa prokrastinasi pada mahasiswa disebabkan oleh tiga faktor utama: psikologis, lingkungan, dan penggunaan teknologi digital. Faktor psikologis, seperti kecemasan dan rendahnya motivasi, menjadi pemicu dominan. Selain itu, lingkungan belajar yang tidak mendukung dan penggunaan teknologi yang berlebihan turut memperburuk perilaku prokrastinasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi yang komprehensif untuk mengurangi dampak negatif prokrastinasi terhadap prestasi akademik mahasiswa.
Peran Digital Interactive Media dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Reading Comprehension Hasanaturro'i; Zihori Maulida; Huong Quynh Ngo
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2024): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v2i2.149

Abstract

Penelitian Penelitian ini meneliti peran Digital Interactive Media (DIM) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa dalam reading comprehension. Melalui studi kasus kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang menggunakan DIM lebih mampu mengidentifikasi gagasan utama, mengevaluasi argumen, dan menarik kesimpulan secara logis dibandingkan dengan metode konvensional. Elemen gamifikasi dan diskusi daring dalam DIM juga meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses teknologi dan kesiapan mahasiswa masih menjadi hambatan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa DIM adalah alat pembelajaran yang efektif dan perlu diintegrasikan lebih luas dalam pendidikan tinggi dengan dukungan infrastruktur dan strategi pengajaran yang sistematis.
Student Stress and Anxiety in an Educational Perspective Zihori Maulida; M Zainul Hafizi
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2026): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v4i1.393

Abstract

This study explores the experiences of stress and anxiety among students at the Institut Pendidikan Nusantara Global (IPNG), focusing on their causes, manifestations, and coping strategies. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed thematically to capture holistic patterns and themes of student experiences. Findings indicate that students experience multidimensional stress encompassing cognitive, emotional, and physical aspects, including fatigue, sleep disturbances, and feelings of being overwhelmed. To manage stress, students employ various coping strategies such as social support, time management, and relaxation activities. The study underscores the importance of a holistic approach combining the enhancement of students’ internal capacities with the management of a supportive and responsive academic environment. Practical implications include the development of counseling programs, stress management workshops, and adaptive academic policies. The study’s limitations concern generalizability, as data were collected solely from IPNG students and are context-specific. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman stres dan kecemasan mahasiswa di Institut Pendidikan Nusantara Global (IPNG), dengan fokus pada faktor penyebab, manifestasi, dan strategi coping yang diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema pengalaman mahasiswa secara holistik. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami stres multidimensional yang melibatkan aspek kognitif, emosional, dan fisik, termasuk kelelahan, gangguan tidur, dan perasaan kewalahan. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa mengembangkan berbagai strategi coping, seperti dukungan sosial, manajemen waktu, dan aktivitas relaksasi. Temuan menekankan pentingnya pendekatan holistik yang memadukan penguatan kapasitas internal mahasiswa dengan pengelolaan lingkungan akademik yang suportif dan responsif. Implikasi praktis meliputi pengembangan program konseling, workshop manajemen stres, dan kebijakan akademik yang adaptif. Keterbatasan penelitian terkait pada generalisasi, karena data hanya berasal dari mahasiswa IPNG dan sifat kualitatif yang kontekstual.
Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students Ratin Wahyu Juni Atma; M Zainul Hafizi; Zihori Maulida
Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/jupsi.v4i1.407

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) in higher education presents both opportunities and digital ethical challenges among university students. This study aims to analyze the forms of AI misuse and their implications for students’ digital ethics within Indonesian online media spaces. The study employed a qualitative approach using a netnographic research design through observations of national media reports, digital documentation, and social media activities related to AI usage among university students. The findings indicate that AI misuse has developed in various forms, including AI-based plagiarism, academic dependency on automated technologies, digital identity manipulation through deepfake practices, the creation of manipulative content, and privacy violations. These phenomena are influenced by the accessibility of AI technology, limited AI literacy, weak digital ethical awareness, and the popularity-oriented culture of social media. The study also found that unethical AI usage potentially reduces academic integrity, critical thinking abilities, and the quality of students’ social interactions within digital spaces. Therefore, strengthening AI literacy, digital ethics, and institutional policies is essential to promote more responsible technology usage in higher education environments. This study contributes to the growing discourse on AI ethics and digital culture among university students in the era of digital transformation. Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan tinggi menghadirkan peluang sekaligus tantangan etika digital di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penyalahgunaan AI serta implikasinya terhadap etika digital mahasiswa dalam ruang media daring di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian netnografi melalui observasi terhadap pemberitaan media nasional, dokumentasi digital, dan aktivitas media sosial terkait penggunaan AI di lingkungan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan AI berkembang dalam berbagai bentuk, seperti plagiarisme berbasis AI, ketergantungan akademik terhadap teknologi otomatis, manipulasi identitas digital melalui praktik deepfake, hingga pembuatan konten manipulatif dan pelanggaran privasi. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh kemudahan akses teknologi, rendahnya literasi AI, lemahnya kesadaran etika digital, serta budaya popularitas media sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan AI secara tidak etis berpotensi menurunkan integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, serta kualitas interaksi sosial mahasiswa dalam ruang digital. Oleh karena itu, penguatan literasi AI, etika digital, dan kebijakan institusional menjadi langkah penting untuk mendorong penggunaan teknologi yang lebih bertanggung jawab di lingkungan pendidikan tinggi.