Siska Perdina
Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Digital Storyboards and Collaborative Learning on Students’ Narrative Writing Achievement Asyatur Hamni; Siska Perdina
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2026): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v4i1.344

Abstract

This study aims to examine the effect of using digital storyboards combined with collaborative learning on the narrative writing achievement of ninth-grade students at MTsN 3 Lima Puluh Kota. The study was motivated by students’ difficulties in developing ideas and organizing texts effectively in English as a Foreign Language (EFL) learning. A quasi-experimental design with a nonequivalent pretest-posttest control group was employed, involving two classes as the experimental and control groups. The treatment was conducted over eight meetings through the integration of digital storyboards and collaborative learning. Data were collected using a narrative writing test assessed with the ESL Composition Profile and analyzed using an independent samples t-test. The findings revealed a significant difference between the two groups, with the experimental group achieving higher scores, particularly in content and organization. These results indicate that the integration of digital storyboards and collaborative learning is effective in improving students’ narrative writing ability, although limitations related to sample size and duration should be considered.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan digital storyboard yang dipadukan dengan pembelajaran kolaboratif terhadap kemampuan menulis teks naratif siswa kelas IX di MTsN 3 Lima Puluh Kota. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam mengembangkan ide dan mengorganisasikan tulisan secara efektif dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan nonequivalent pretest-posttest control group design yang melibatkan dua kelas sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Perlakuan diberikan selama delapan pertemuan melalui integrasi digital storyboard dan pembelajaran kolaboratif. Data dikumpulkan melalui tes menulis teks naratif yang dinilai menggunakan ESL Composition Profile dan dianalisis dengan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok, di mana kelompok eksperimen memperoleh skor yang lebih tinggi, terutama pada aspek isi dan organisasi.
A Model of Religious Value Internalization through Daily Habituation in Early Childhood Character Formation Siska Perdina; Siti Aisyah; Ratin Wahyu Juni Atma
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2026): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v4i2.432

Abstract

The internalization of religious values in early childhood is essential for fostering religious character; however, the processes through which such values become embedded in children's daily behavior remain insufficiently understood. This study aimed to analyze the process of religious value internalization through daily habituation in strengthening early childhood character. A qualitative descriptive approach was employed at TK IT Al-Mumtaz Pontianak, involving three teachers as research participants. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and document analysis, and were analyzed using the interactive model of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that religious value internalization develops through three interconnected stages: religious ritual habituation as the value introduction stage, socio-religious habituation as the value cultivation stage, and moral habituation as the character reinforcement stage. These stages collectively facilitate the transformation of religious values from ritual experiences into relatively stable character traits. The study contributes a conceptual model of religious value internalization that highlights the developmental relationship between ritual, social, and moral habituation. The findings provide practical guidance for designing religious character education programs in early childhood settings.Internalisasi nilai religius pada anak usia dini memiliki peran penting dalam pembentukan karakter religius, namun proses bagaimana nilai tersebut berkembang menjadi perilaku sehari-hari masih memerlukan kajian yang lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai religius melalui pembiasaan harian dalam memperkuat karakter anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di TK IT Al-Mumtaz Pontianak dengan melibatkan tiga orang guru sebagai partisipan penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai religius berlangsung melalui tiga tahapan yang saling berkaitan, yaitu pembiasaan ritual keagamaan sebagai tahap pengenalan nilai, pembiasaan sosial religius sebagai tahap penanaman nilai, dan pembiasaan moral sebagai tahap penguatan karakter. Ketiga tahapan tersebut membentuk proses yang memungkinkan nilai religius berkembang menjadi karakter yang relatif menetap. Penelitian ini menghasilkan model konseptual internalisasi nilai religius yang dapat digunakan sebagai rujukan dalam pengembangan pendidikan karakter berbasis religius pada anak usia dini.