Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sistem Informasi Geografis untuk Penyebaran Lokasi Puskesmas menggunakan APIGoogleMaps Kota Baturaja Muhammad Hilmi; M. Andre Kurnia; Yohanes Tri Laksana Rahman; Suhendra; Pujianto
INTECH Vol. 6 No. 2 (2025): INTECH (Informatika Dan Teknologi)
Publisher : Informatics Study Program, Faculty of Engineering and Computers, Baturaja University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/intech.v6i2.2818

Abstract

Pemerintah Kota Baturaja memiliki Dinas Kesehatan yang menjalankan program kesehatan secara lengkap. Ketika prasarana dan sarana pelayanan kesehatan masyarakat dimodernisasi, bermunculanlah puskesmas. Terdapat 13 puskesmas di seluruh Kota Baturaja. Namun, saat ini terdapat beberapa situasi di mana masyarakat tidak mengetahui keberadaan puskesmas dalam situasi kritis, seperti terjatuh dari motor, atau keadaan darurat lainnya. Membuat dan mengembangkan data proyek lokasi kesehatan terdekat. Dengan memanfaatkan Koordinat lokasi layanan kesehatan dapat diakses menggunakan Google Maps API. lokasi layanan dapat diperoleh dengan lebih mudah. ​​Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengetahui lokasi fasilitas kesehatan terdekat, lengkap dengan informasi alamat dan kontak yang dapat dihubungi. Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan model Waterfall, yang meliputi tahapan analisis, perancangan, perancangan, pengkodean, implementasi dan pengujian. Sistem informasi peta geografis puskesmas ini dirancang untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Baturaja, membantu mereka menemukan puskesmas terdekat dengan cepat, sehingga dapat mendukung penanganan keadaan darurat yang lebih efektif.
Sistem Informasi Geografis untuk Penyebaran Lokasi Puskesmas menggunakan APIGoogleMaps Kota Baturaja Muhammad Hilmi; M. Andre Kurnia; Yohanes Tri Laksana Rahman; Suhendra; Pujianto
INTECH Vol. 6 No. 2 (2025): INTECH (Informatika Dan Teknologi)
Publisher : Informatics Study Program, Faculty of Engineering and Computers, Baturaja University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/intech.v6i2.2818

Abstract

Pemerintah Kota Baturaja memiliki Dinas Kesehatan yang menjalankan program kesehatan secara lengkap. Ketika prasarana dan sarana pelayanan kesehatan masyarakat dimodernisasi, bermunculanlah puskesmas. Terdapat 13 puskesmas di seluruh Kota Baturaja. Namun, saat ini terdapat beberapa situasi di mana masyarakat tidak mengetahui keberadaan puskesmas dalam situasi kritis, seperti terjatuh dari motor, atau keadaan darurat lainnya. Membuat dan mengembangkan data proyek lokasi kesehatan terdekat. Dengan memanfaatkan Koordinat lokasi layanan kesehatan dapat diakses menggunakan Google Maps API. lokasi layanan dapat diperoleh dengan lebih mudah. ​​Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengetahui lokasi fasilitas kesehatan terdekat, lengkap dengan informasi alamat dan kontak yang dapat dihubungi. Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan model Waterfall, yang meliputi tahapan analisis, perancangan, perancangan, pengkodean, implementasi dan pengujian. Sistem informasi peta geografis puskesmas ini dirancang untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Baturaja, membantu mereka menemukan puskesmas terdekat dengan cepat, sehingga dapat mendukung penanganan keadaan darurat yang lebih efektif.
Pemberdayaan Kelompok Dasawisma melalui Pembuatan Lahan Pertanian untuk Pemenuhan Kebutuhan Pangan Masyarakat M. Riduwan; Muhammad Hilmi; Fahmi Nur Fathoni; Windi Widiyanti; Tasya Nabilla; Nurmala Dewi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (DIASYA) Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DIASYA)
Publisher : Rumah Jurnal PT Citra Air Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71200/diasya.v2i1.213

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga merupakan aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok dasawisma melalui pembuatan dan pengelolaan lahan pertanian sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Metode pelaksanaan meliputi pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, praktik pembuatan lahan, pemupukan menggunakan kohe kambing yang telah difermentasi, serta penanaman tanaman pangan yang bernilai gizi dan mudah dibudidayakan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi anggota dasawisma dalam pengelolaan lahan pertanian, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan berbasis rumah tangga. Pemanfaatan pupuk organik dari kohe kambing fermentasi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan. Dengan demikian, program ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan berbasis pemanfaatan lahan dan sumber daya lokal.
Optimalisasi Fermentasi Kotoran Kambing sebagai Pupuk Organik di Desa Martajaya Fahmi Nur Fathoni; Muhammad Hilmi; M.Riduwan; Tasya Nabilla; Windi Widiyanti; Nurmala Dewi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (DIASYA) Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DIASYA)
Publisher : Rumah Jurnal PT Citra Air Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71200/diasya.v2i1.215

Abstract

Pemanfaatan limbah peternakan berupa kotoran kambing masih belum optimal di Desa Martajaya, kabupaten ogan komering ulu, Sumatera Selatan sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat. Di sisi lain, kotoran kambing memiliki kandungan unsur hara yang cukup tinggi dan dapat diolah menjadi pupuk organik melalui proses fermentasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses fermentasi kotoran kambing agar menghasilkan pupuk organik yang berkualitas serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah peternakan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik langsung, dan pendampingan pembuatan pupuk organik berbasis fermentasi dengan memanfaatkan aktivator mikroorganisme lokal. Kegiatan ini melibatkan kelompok peternak dan petani sebagai sasaran utama Di Desa Martajaya.