Muchammad Ichwan
Program Magister Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana, Universitas KH. Abdul Chalim

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN KONFLIK DI PONDOK PESANTREN DALAM MENGHADAPI KERAGAMAN LATAR BELAKANG SOSIAL DAN BUDAYA SANTRI Muchammad Ichwan; M. Chabibi
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Nusantara
Publisher : lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tantangan sekaligus peluang dari keragaman latar belakang sosial dan budaya santri yang semakin kompleks. Penelitian ini mengkaji implementasi manajemen konflik di Pondok Pesantren Nurul Ummah, Pacet, Mojokerto, yang menampung 1.362 santri dari berbagai suku, bahasa daerah, status ekonomi, serta budaya yang beragam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal embedded eksplanatori, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama tiga bulan, wawancara mendalam terhadap 12 informan (pengurus dan santri), serta analisis dokumen resmi pesantren.Temuan mengungkap tiga pendekatan utama yang saling menguatkan: (1) pendekatan struktural-sistemik (pengawasan terintegrasi 24 jam berbasis CCTV, penanganan konflik berjenjang, Bank Tabungan Santri); (2) pendekatan kultural-edukatif (internalisasi nilai 5S, kebijakan bahasa Arab-Inggris bergilir, pendidikan keagamaan toleran); (3) pendekatan relasional (sistem pendampingan TRIAS dan ruang dialog inklusif). Implementasi strategi ini berdampak signifikan pada penurunan konflik horizontal antarsantri yang menurun secara drastis berdasarkan pengakuan para pengurus dan santri, penguatan kohesivitas sosial lintas budaya, serta terciptanya lingkungan inklusif. Meskipun demikian, tantangan seperti resistensi wali santri dan ambivalensi peran senior tetap perlu diantisipasi. Penelitian ini menegaskan bahwa manajemen konflik berbasis nilai lokal dan kelembagaan terstruktur dapat mengubah keragaman dari ancaman menjadi modal sosial bagi pesantren.