Permasalahan kemandirian siswa pada kurikulum merdeka mengakibatkan guru harus lebih adaptif dalam menilai hasil belajar siswa. Keberadaan penilaian belajar dengan tes formatif beracuan Self-directed Learning Oriented Assessment (SLOA) merupakan salah satu pendekatan penilaian yang dapat meningkatkan pembelajaran secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan tes formatif dan menguji kevalidan, kepraktisan, serta keefektifan tes formatif beracuan Self-directed Learning Oriented Assessment di kelas V. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, self-assessment dan angket respons guru. Kevalidan tes formatif dinilai dari hasil validasi oleh dua orang validator. Kepraktisan tes formatif diperoleh dari angket respons guru. Keefektifan tes formatif diperoleh dari hasil ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Validitas tes formatif termasuk kriteria sangat valid dengan rata-rata persentase sebesar 91% (2) Validitas self-assessment termasuk kriteria sangat valid dengan rata-rata persentase sebesar 98% (3) Kepraktisan tes formatif termasuk kriteria sangat praktis dengan persentase sebesar 100% (4) Keefektifan tes formatif termasuk kriteria sangat efektif diperoleh dari hasil ketuntasan belajar pada hasil ketiga tes formatif yang melebihi kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) yaitu 65 dengan rata-rata persentase sebesar 86%. Dengan demikian, tes formatif beracuan Self-directed Learning Oriented Assessment ini valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran.