Vijar Galax Putra Jagat Paryoko
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN PENERAPAN FLEKSIBILITAS PADA THE NATIONAL ART CENTER TOKYO Cahya Wardani; Vijar Galax Putra Jagat Paryoko
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 6 编号 1 (2026): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v6i1.112

Abstract

Art Center sebagai ruang budaya dan kreatif memiliki peran penting guna memfasilitasi kegiatan seni, pertunjukan, pameran, serta kegiatan kebudayaan lainnya. Namun, salah satu tantangan utama yang sering dihadapi oleh pusat-pusat seni semacam ini adalah efisiensi penggunaan ruang, terutama ketika aktivitas seni tidak berlangsung secara terus-menerus. Berbeda dengan gedung komersial yang beroperasi penuh sepanjang hari, Art Center sering kali mengalami kekosongan atau rendahnya utilisasi ruang karena sifat aktivitas seni yang bersifat temporer, seperti pameran yang hanya berlangsung selama beberapa waktu atau pertunjukan-pertunjukan yang digelar secara berkala. Kondisi inilah yang mendasari penelitian ini untuk mengeksplorasi fleksibilitas ruang Art Center, di mana ruangan dapat beradaptasi untuk fungsi lain tanpa mengubah identitas dan fungsi utama bangunan. Metode penelitian meliputi studi literatur pada Art Center yang telah menerapkan konsep serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi elemen adaptif dalam tata ruang dapat meningkatkan utilitas bangunan sekaligus mempertahankan nilai estetika dan fungsionalitasnya sebagai pusat seni. Implikasi dari temuan ini memberikan rekomendasi bagi arsitek dan perencana tata ruang dalam merancang fasilitas budaya yang efisien, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pendekatan Simbolik Arsitektur Memorial untuk Pengalaman Emosional dan Spiritual Bhisma Oktafian Ilhamsyah; Vijar Galax Putra Jagat Paryoko
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i2.15363

Abstract

This study finds that symbolism in memorial architecture plays a crucial role in shaping emotional experiences and fostering collective awareness of tragedy. The Aceh Tsunami Museum case studies and the Ground Zero Memorial reveal that design elements such as form, light, materials, and spatial arrangement are employed as meaningful symbolic media. In the Aceh Tsunami Museum, formal symbolism is evident in the spiral form and the façade inspired by traditional Acehnese houses, representing an emotional journey from fear to hope and a resilient local identity. Material and spiritual symbolism emerge through water, natural light, and reflective spaces like the Prayer Well. In the Ground Zero Memorial, symbolism is expressed through voids, flowing water, and the sunken plaza landscape, signifying loss and the healing process. The findings indicate that architectural symbolism reinforces historical narratives and cultural values and creates contemplative spaces that effectively evoke empathy and spiritual awareness.
KAJIAN PENERAPAN FLEKSIBILITAS PADA THE NATIONAL ART CENTER TOKYO Cahya Wardani; Vijar Galax Putra Jagat Paryoko
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 6 期 1 (2026): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v6i1.112

Abstract

Art Center sebagai ruang budaya dan kreatif memiliki peran penting guna memfasilitasi kegiatan seni, pertunjukan, pameran, serta kegiatan kebudayaan lainnya. Namun, salah satu tantangan utama yang sering dihadapi oleh pusat-pusat seni semacam ini adalah efisiensi penggunaan ruang, terutama ketika aktivitas seni tidak berlangsung secara terus-menerus. Berbeda dengan gedung komersial yang beroperasi penuh sepanjang hari, Art Center sering kali mengalami kekosongan atau rendahnya utilisasi ruang karena sifat aktivitas seni yang bersifat temporer, seperti pameran yang hanya berlangsung selama beberapa waktu atau pertunjukan-pertunjukan yang digelar secara berkala. Kondisi inilah yang mendasari penelitian ini untuk mengeksplorasi fleksibilitas ruang Art Center, di mana ruangan dapat beradaptasi untuk fungsi lain tanpa mengubah identitas dan fungsi utama bangunan. Metode penelitian meliputi studi literatur pada Art Center yang telah menerapkan konsep serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi elemen adaptif dalam tata ruang dapat meningkatkan utilitas bangunan sekaligus mempertahankan nilai estetika dan fungsionalitasnya sebagai pusat seni. Implikasi dari temuan ini memberikan rekomendasi bagi arsitek dan perencana tata ruang dalam merancang fasilitas budaya yang efisien, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.