Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi tantangan serius dalam sistem pelayanan kesehatan, yang sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam mengenali dan menangani tanda bahaya kehamilan. Pemahaman ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan masih tergolong minim. Pemanfaatan mobile phone oleh kader sebagai alarm dalam mencegah terjadinya keterlambatan dalam penanganan kegawatdaruratan pada ibu hamil sebagai indikator keberhasilan derajat kesehatan yang merupakan target Sustainable Development Goals (SDGs). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu ketercapaian target SDG’s dengan pemberdayaan kader dan masyarakat dalam deteksi dini dan edukasi tanda bahaya kehamilan melalui pemanfaatan aplikasi berbasis smarthphone. Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melibatkan 82 kader dan 51 ibu hamil di Kelurahan Rancamaya, Bogor. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan, diskusi dan tanya jawab dan diberikan pre postest tentang tanda bahaya kehamilan serta sosialisasi aplikasi “SOBUMIL”. Hasil Pretest postest dianalisa secara deskriptif dengan hasil mayoritas memiliki pengetahuan cukup 58 orang (70,7%), kurang 14 orang (17,1%). Setelah diberikan penyuluhan mayoritas kader memiliki tingkat pengetahuan baik 67 orang (81,7 %) dan cukup 15 orang (18,3%). Hasil pretest ibu hamil mayoritas memiliki pengetahuan cukup 26 orang (51%), kurang 22 orang (43,1%), setelah diberikan penyuluhan dilakukan posttest mayoritas ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan baik 43 orang (84,3 %) dan cukup 8 orang (15,7%). Terdeteksi Ibu hamil dengan risiko tinggi sebanyak 7 orang (16%). Penggunaan teknologi berperan untuk memberdayakan ibu hamil dan kader sehingga mereka mampu mendeteksi tanda bahaya kehamilan dan melakukan upaya rujukan.