Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) “Mina Mandiri” saat ini memiliki aktivitas budidaya pembesaran ikan nila, dan lele. POKDAKAN “Mina Mandiri” memiliki masalah dalam ketersedian pakan, sehingga pada tahun 2024 POKDAKAN memulai memproduksi pakan sendiri. Bahan baku tepung ikan menjadi sumber utama sebagai bahan baku pakan, namun seiring waktu POKDAKAN sulit untuk memperoleh tepung ikan. Upaya menganti tepung ikan dapat dilakukan dengan memanfaatkan maggot Hermentia illucents sebagai bahan baku subtitusi tepung ikan. Pengabdian program pemberdayaan kemitraan masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dalam budidaya maggot berkelanjutan, pelatihan pembuatan pakan alternatif ikan berbasis larva maggot dan aplikasinya pada ikan. Metode PKM yang digunakan meliputi sosialisasi program, paparan materi, pelatihan budidaya maggot, penanganan paska panen dan evaluasi program. Evaluasi tingkat pemahaman mitra melalui pemberian pre-test dan post-test. Selain hal tersebut dilakukan evaluasai terhadap perubahan perilaku mitra dan dampak pembuatan demplot. Hasil kegiatan PKM, POKDAKAN antusias mengikuti sosialisasi, mendengarkan materi dan diskusi. Kemudian POKDAKAN sudah mampu melakukan budidaya maggot dalam dua kali siklus dan mampu menghasikan 20 Kg tepung maggot. Mitra mampu membuat formulasi pakan pellet ikan berbasis tepung maggot. Hasil post-test menunjukkan bahwa mitra sudah memahami biologi maggot, budidaya maggot, manfaat maggot, formulasi maggot dan pembuatan pakan dengan tingkat pemahaman diantara 80-100%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM mampu meningkatkan pengetahuan, ketrampilan mitra dalam budidaya maggot dan membuat pakan ikan berbasis pellet.