Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital pelaku UMKM di RT 09 RW 09 Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, melalui pemanfaatan media sosial Instagram sebagai sarana promosi usaha. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam strategi branding digital serta pembuatan konten visual yang menarik. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap utama: (1) identifikasi kebutuhan mitra melalui observasi dan wawancara; (2) pelatihan dan pendampingan praktis dalam pengelolaan akun bisnis, teknik fotografi produk dengan ponsel, penulisan caption persuasif, dan penggunaan aplikasi desain gratis; serta (3) monitoring dan evaluasi melalui pre-test, post-test, dan pemantauan aktivitas digital pasca-kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan rata-rata skor naik dari 60 (kategori rendah) menjadi 84 (kategori tinggi). Selain itu, peserta menjadi lebih aktif mengunggah konten secara konsisten, memanfaatkan fitur stories, reels, dan highlight, serta memperoleh peningkatan interaksi pelanggan melalui likes dan komentar positif. Luaran kegiatan berupa akun kolektif @erteninecorner berhasil menjadi etalase digital yang menampilkan produk-produk lokal dengan visual dan branding yang lebih profesional. Kebaruan dari kegiatan ini terletak pada model pendampingan kolaboratif berbasis komunitas yang mengintegrasikan pelatihan teknis, praktik langsung, dan digital follow-up untuk memastikan keberlanjutan adopsi teknologi pemasaran. Kegiatan ini membuktikan bahwa strategi community-based digital empowerment dapat menjadi pendekatan efektif dan replikatif untuk meningkatkan daya saing UMKM di era transformasi digital.