Muhammad Saripuddin B
STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Toleran dan Inklusif di Era Multikultural Muhammad Saripuddin B
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 5 Nomor 1 Februari (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v4i4.3229

Abstract

The multicultural context of contemporary society presents both challenges and opportunities for Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) in shaping students’ tolerant and inclusive character. Indonesia’s socio-cultural diversity requires educational institutions not only to transmit religious knowledge but also to cultivate ethical and social values that strengthen social cohesion and harmonious coexistence. This study aims to analyze the role of PAI in fostering tolerant and inclusive character in the multicultural era. The research employs a qualitative approach using a library research design. Data were collected from scholarly books, national and international journal articles, and official policy documents related to religious moderation and multicultural education. The data were analyzed through content analysis, involving data reduction, thematic categorization, and inductive conclusion drawing. The findings reveal that PAI possesses strong normative and pedagogical foundations for character formation through the internalization of universal Islamic values such as compassion (rahmah), justice (‘adl), brotherhood (ukhuwah), and respect for human dignity. The integration of religious moderation principles, multicultural approaches, dialogical learning, contextual case studies, and digital religious literacy emerges as effective strategies for nurturing inclusive attitudes among students. However, the implementation of multicultural-based PAI still faces challenges related to teachers’ pedagogical competence, curriculum design, and institutional culture. Therefore, pedagogical transformation and institutional commitment are essential to ensure that PAI functions as a strategic instrument in developing religious yet humanistic generations capable of living peacefully within diverse societies.
Analisis Tantangan dan Peluang dalam Transformasi Metode Pembelajaran PAI Berbasis Teknologi pada Abad 21 Muhammad Saripuddin B
Khazanah : Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4 Nomor 3 Agustus (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v4i3.2779

Abstract

This study aims to analyze the challenges and opportunities in the transformation of Islamic Religious Education (PAI) teaching methods through the integration of digital technology in the 21st century. Using a qualitative descriptive approach, the research was conducted through in-depth interviews, observations, and documentation involving PAI teachers, school principals, and students in several secondary education institutions. The findings reveal that while digital-based PAI instruction offers promising opportunities, such as increased student engagement, access to diverse learning resources, and the potential for collaborative and creative learning, it also encounters significant challenges. These include limited digital literacy among teachers, unequal infrastructure access, resistance to pedagogical change, and difficulties in integrating spiritual values through digital platforms. However, the study also highlights a growing enthusiasm among students and young teachers for digital tools, as well as emerging practices such as Islamic content creation and online professional learning communities. The study concludes that successful transformation requires strengthening teacher capacity, equitable infrastructure development, curriculum reform, and strategic institutional support to ensure that technology-enhanced Islamic education remains pedagogically sound, value-oriented, and responsive to the demands of the digital era.
Peran Guru PAI dalam Menanamkan Literasi Anti-Bullying Perspektif Al-Qur’an Muhammad Saripuddin B
Journal of Educational Research and Humaniora (JERH) Volume 4 Nomor 3 September 2026
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jerh.v4i3.3749

Abstract

Perundungan (bullying) merupakan salah satu persoalan dalam lingkungan pendidikan yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis, sosial, moral, dan akademik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan literasi anti-bullying kepada peserta didik berdasarkan perspektif Al-Qur’an. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian ditentukan secara purposif dengan melibatkan guru PAI sebagai informan utama serta kepala sekolah, guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan peserta didik sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan mediator dalam menanamkan literasi anti-bullying. Penanaman tersebut dilakukan melalui integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam pembelajaran, pemberian nasihat, pembiasaan perilaku santun, keteladanan, pendampingan peserta didik, serta penanganan konflik secara edukatif. QS. Al-Hujurat [49]:10–12 menjadi landasan utama dalam menanamkan nilai persaudaraan dan larangan mengolok-olok, mencela, memberi julukan buruk, berprasangka, serta menggunjing. Nilai tersebut diperkuat dengan QS. Al-Isra’ [17]:70 tentang penghormatan terhadap martabat manusia dan QS. An-Nahl [16]:90 tentang keadilan dan kebajikan. Penelitian menyimpulkan bahwa guru PAI memiliki posisi strategis dalam membangun kemampuan peserta didik untuk mengenali, memahami, mencegah, dan merespons perundungan berdasarkan nilai-nilai Qur’ani. Efektivitasnya memerlukan konsistensi pembinaan serta kolaborasi antara guru, sekolah, keluarga, dan peserta didik untuk membentuk budaya sekolah yang aman, nyaman, dan berakhlak.