Abstrak Peningkatan intensitas penggunaan smartphone di kalangan remaja berpotensi menimbulkan dampak negatif pada kesehatan, termasuk perubahan perilaku makan, fungsi kognitif, dan pola tidur. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan smartphone (gadget) dengan pola makan, daya ingat, dan kualitas tidur pada remaja SMAN 1 Fatuleu.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data primer dikumpulkan melalui wawancara (kuesioner durasi smartphone), formulir Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk pola makan, Digit Span Test untuk daya ingat, dan instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) versi Bahasa Indonesia untuk kualitas tidur. Data dianalisis secara kuantitatif. Hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dengan pola makan dan daya ingat diuji menggunakan Spearman Rho. Sedangkan hubungan dengan kualitas tidur diuji menggunakan Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95% (α = 0,05).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara keterpaparan gadget dengan pola makan (P = 0,000 < 0,05). Terdapat juga hubungan yang signifikan antara keterpaparan gadget dengan daya ingat (P = 0,000 < 0,05 dan P = 0,003 < 0,05). Selain itu, ditemukan hubungan signifikan antara keterpaparan gadget dengan kualitas tidur (P = 0,001 < 0,05). Selanjutnya analisis Odds Ratio (OR) menunjukkan kekuatan hubungan yang kuat, OR = 8.31 dengan CI 95% (3.57 – 19.30) menegaskan bahwa remaja dengan keterpaparan gadget tinggi memiliki 8.31 kali risiko lebih besar mengalami kualitas tidur yang buruk dibandingkan kelompok keterpaparan rendah.Kesimpulan: Intensitas penggunaan gadget berhubungan signifikan secara negatif dengan pola makan, daya ingat, dan kualitas tidur pada remaja. Diperlukan intervensi untuk mengelola waktu layar demi kesehatan remaja. Kata Kunci: Pola Makan; Daya Ingat; Keterpaparan Gadget; Kualitas Tidur.