Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Pleurotus ostreatus Varietas Grey Oyster dalam Menghambat Pertumbuhan Fungi Patogen pada Bulir Padi Dwi Nur Rikhma Sari; Siti Maesaroh; Tiara Primayanti
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol 4 No 2 (2025): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v4i2.2622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi Pleurotus ostreatus varietas Grey oyster sebagai agen biokontrol terhadap fungi patogen pada bulir padi. Metode yang digunakan adalah kultur ganda secara in vitro dengan desain true experimental. Identifikasi fungi patogen menunjukkan karakteristik morfologi yang sesuai dengan genus Rhizoctonia. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Pleurotus ostreatus mampu bertahan hidup dalam interaksi kompetitif, namun tidak menunjukkan zona bening sebagai indikator antibiosis. Rata-rata diameter pertumbuhan fungi patogen mencapai 5,1 mm pada hari ke-7, sedangkan Pleurotus ostreatus hanya 2,6 mm. Persentase hambatan menunjukkan nilai negatif hingga -111,95%, menandakan dominasi patogen dalam kompetisi ruang dan nutrisi. Meskipun daya antagonis tergolong rendah, Pleurotus ostreatus tetap memiliki potensi sebagai agen biokontrol yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui optimasi kondisi lingkungan.
Efektivitas Pestisida Serai Wangi Dan Bawang Putih Terhadap Serangan Hama Plutella xylostella Pada Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Nawang Enggar; Mohammad Syaifudin Aswan; Dwi Nur Rikhma Sari
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol 4 No 2 (2025): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v4i2.2807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pestisida nabati berbahan dasar ekstrak serai wangi (Cymbopogon nardus) dan bawang putih (Allium sativum) dalam upaya pengendalian hama Plutella xylostella pada tanaman sawi (Brassica juncea). Penelitian dirancang menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu kontrol (P0), pestisida kimia (P1), ekstrak bawang putih (BP), ekstrak serai wangi (SW), dan kombinasi ekstrak bawang putih dan serai wangi (BPSW), masing-masing dengan enam kali ulangan, Dilakukan analisi data menggunakan uji ANOVA kemudian dilanjut dengan uji DMRT untuk mengidentifikasi kelompok perlakuan yang berbeda nyata. Perlakuan dilakukan melalui penyemprotan larutan pada daun sawi, yang kemudian diberikan kepada larva instar 3. Observasi dilakukan setiap 24 jam selama tujuh hari untuk memantau tingkat mortalitas larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan BPSW dan BP menghasilkan mortalitas tertinggi, masing-masing mencapai 100%, dan memberikan efek lebih cepat dibandingkan perlakuan SW maupun kontrol. Efektivitas ini diduga disebabkan oleh kandungan senyawa bioaktif seperti allicin, sulfur, sitronelal, dan geraniol. Temuan ini mengindikasikan bahwa pestisida nabati berpotensi sebagai alternatif yang efektif dan ramah lingkungan dalam mengurangi penggunaan pestisida sintetis dalam praktik budidaya tanaman..