IPA ROTUA SINAGA
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS MITRA INDONESIA, LAMPUNG

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENERAPAN E-PPGBM (ELEKTRONIK PENCATATAN DAN PELAPORAN GIZI BERBASIS MASYARAKAT) DALAM MENURUNKAN RISIKO STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BRABASAN KABUPATEN MESUJI DWI YULIA MARITASARI; FEBRIA LISTINA; AGNESI UTARI; DIAN RAHMA SAPUTRI; DORO NURWATI; AHMAD IKHLASUL KHOFI; IPA ROTUA SINAGA; NANDA DEWI UTAMI; SHELVIA SUKMA WAHYU ANDIRA; TRI INDARI ASTIANA; YENI YURISKA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i2.9944

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satu inovasi pemerintah dalam percepatan penurunan stunting adalah e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat), sebuah sistem digital yang memantau status gizi balita secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan e-PPGBM dalam menurunkan risiko stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Brabasan, Kabupaten Mesuji. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 50 balita usia 6–24 bulan yang terdaftar dalam program e-PPGBM. Teknik pengumpulan data meliputi pengukuran antropometri, observasi, dan penyebaran kuesioner kepada kader serta orang tua balita. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan prevalensi stunting setelah penerapan e-PPGBM. Sistem ini juga meningkatkan efisiensi pelaporan, mempercepat deteksi dini, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pemantauan gizi. Kendala seperti keterbatasan jaringan dan kemampuan teknis kader masih menjadi tantangan yang perlu ditangani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa e-PPGBM efektif dalam mendukung upaya penurunan stunting bila disertai dukungan pelatihan dan infrastruktur yang memadai.