CAHYA KAMILATUS ZAHRAH
FAKULTAS ILMU KESEHATAN, PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS PEKALONGAN

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA REMAJA MELALUI PERUBAHAN GAYA HIDUP DI KECAMATAN WIRADESA YULIS INDRIYANI; TEGUH IRAWAN; CAHYA KAMILATUS ZAHRAH; NAYLA AZ ZAHRA; IRENE SURYAKUNISA; AFISKA ALFERA FEBIA EL SYANI; DINDA AMELIA; ALDY SANY SYAHPUTRA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i2.9974

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit yang tidak hanya diderita oleh kalangan dewasa saja, melainkan pada kalangan remaja. Diabetes Melitus adalah penyakit tidak menular yang sampai saat ini masih menjadi perhatian di Indonesia. Penelitian ini dimaksudkan untuk menerapkan strategi pencegahan Diabetes Melitus tipe 2 pada remaja melalui perubahan gaya hidup di Kecamatan Wiradesa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan melalui wawancara mendalam. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dengan melibatkan informan masyarakat di Kecamatan Wiradesa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, yaitu pemilahan informan dengan mempertimbangkan kesesuaian subjek terhadap tujuan yang dibutuhkan dalam penelitian. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan Wiradesa meliputi kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan kepada remaja melalui posyandu remaja di Wilayah Puskesmas Wiradesa. Strategi ini dilakukan dengan pendekatan edukatif di sekolah dan komunitas, serta skrining kesehatan secara berkala. Meskipun pelaksanaan program ini telah sesuai dengan SOP dan memiliki dukungan penuh oleh SDM serta fasilitas yang memadai, keberhasilannya masih belum maksimal. Hal ini disebabkan oleh rendahnya partisipasi remaja akibat keterbatasan waktu, minat yang rendah, dan kurangnya pemahaman mengenai pentingnya pencegahan diabetes melitus. Kesimpulan: Program pencegahan Diabetes Melitus tipe 2 pada remaja yag dilakukan di Wilayah Puskesmas Wiradesa telah dilaksanakan melalui kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan secara rutin, khususnya melalui posyandu remaja. Namun, rendahnya pasrtisipasi remaja dalam mengikuti kegiatan program pencegahan diabetes melitus ini, menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh puskesmas Wiradesa dan Posyandu di Wilayah Kecamatan Wiradesa.