FEBRI LISTIANA
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS MITRA INDONESIA, LAMPUNG

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR PENENTU KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS GAYA BARU 5 KABUPATEN LAMPUNG TENGAH 2025 DWI YULIA MARTISARI; FEBRI LISTIANA; SINDY CANTIKA VALENTINA; DIAJENG ANGGEELIR ZAHRANA; DENI IRAWAN; ALFINA FAUZIAH; MAYA ARMI APRILIA; TAUPIQURRAHMAN TAUPIQURRAHMAN; AMALIA NURFAIDA PUTRI; ANASTASIA SIWI UTAMI; INTAN PRATIWI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10002

Abstract

Faktor Penentu Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Gaya Baru 5 Kabupaten Lampung Tengah 2025. Kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis (TB) merupakan salah satu kunci utama keberhasilan pengobatan dan pencegahan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien TB di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gaya Baru 5 Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan sejumlah responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstruktur yang mengukur pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, serta keterlibatan pengawas menelan obat (PMO). Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik, sikap positif, dukungan keluarga yang kuat, dan keterlibatan aktif PMO memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepatuhan pasien. Mayoritas responden berada pada usia produktif dan berasal dari latar belakang sosial ekonomi menengah ke bawah, dengan pendidikan terakhir SMP atau SMA dan bekerja sebagai buruh atau petani. Faktor individu seperti pengetahuan dan sikap menjadi penentu utama kepatuhan, sementara dukungan sosial dari keluarga dan peran aktif PMO menjadi faktor penguat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi faktor individu, sosial, ekonomi, dan pelayanan kesehatan secara bersama-sama memengaruhi keberhasilan pengobatan TB.