Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PEMANTAUAN PARAMETER FISIK AIR DARI SARANA AIR (SUMUR GALI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BERINGIN RAYA KOTA BENGKULU ROIDA MARGARETHA MANALU; HAIDINA ALI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10052

Abstract

Latar belakang: Air merupakan kebutuhan mendasar dalam kehidupan manusia, namun tidak semua sumber air layak untuk dikonsumsi atau digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan Penelitian untuk mengetahui analisis parameter fisik air dari saran air (sumur gali) Di Wilayah Kerja Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu.Metode Penelitian: Penelitian menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan atau mendeskripsikan fenomena, karakteristik, atau keadaan suatu objek dan subjek yang diteliti. Hasil : 76 sampel air sumur gali dan mengacu pada standar Permenkes No. 2 Tahun 2023, diketahui untuk kekeruhan sekitar 52 sampel (68.42%) memenuhi syarat, sedangkan 24 sampel (31.58%) tidak memenuhi syarat. Untuk parameter warna, sebanyak 32 sampel (42.10%) memenuhi syarat, dan 44 sampel (57.89%) tidak memenuhi syarat. Pada parameter bau, terdapat 59 sampel (77.63%) memenuhi syarat, dan 17 sampel (22.37%) tidak memenuhi syarat. Untuk parameter suhu air untuk keperluan higien dan sanitasi 76 sampel masih sesuai dengan standar suhu ±3°C dari suhu udara, pada parameter total padatan terlarut (TDS), sebanyak 65 sampel (85.53%) memenuhi syarat dan 11 sampel (14.47%) tidak memenuhi syarat. Dari 76 sampel untuk tingkat risiko kontaminan 65.79% berada dalam kategori persentase sedang. Sebagian sampel tergolong dalam kategori rendah 19.74% dan tinggi 11.84%, sedangkan hanya 2 sampel (2.63%) yang menunjukkan kategori amat tinggi >75% Saran : Disarankan agar masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu lebih memperhatikan kualitas fisik air dari sumur gali yang digunakan sehari-hari, seperti kejernihan, bau, dan warna air. Masyarakat juga perlu melakukan pemeliharaan sumur secara rutin dan memastikan konstruksi sumur sesuai standar agar kualitas air tetap aman dan layak digunakan.
Perilaku Masyarakat Dalam Membuang Air Besar Desa Rindu Hati Nia Kontesa; Aplina Kartika Sari; Haidina Ali
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19 No 2 (2024): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v19i2.585

Abstract

There are still places in Indonesia where careless defecation occurs. The severity of the disease increases with the proportion of indiscriminate bowel movements. According to Riskesdas 2018 statistics, Central Bengkulu Regency has 17,159 (63%) healthy toilets. This means that 37% of people have not complied with it. Finding out how people defecate in Rindu Hati village, Central Bengkulu Regency, is the goal of this study. A quantitative descriptive study approach that explains the knowledge, attitudes, and behaviors of the defecating community in Rindu Hati Village, Central Bengkulu Regency. The 72 participants in the sample represent the population of Rindu Hati Village, which is the research population. The sampling strategy uses descriptive data analysis and random sampling techniques. According to the study's findings, of the 72 knowledgeable respondents, more than half  39% of rural communities, 25% of educated people, and 36% of low-knowledge populations are in dire need of sufficient information. regarding feces. The majority of respondents, or as many as 62.5%, had a smaller influence on bowel movements, while almost half, or as many as 44.4%, had a negative attitude towards bowel movements. Of the respondents, more than half (55.6%) have a positive attitude towards bowel movements. According to this survey almost half of the residents living in Rindu Hati Village, Central Bengkulu Regency, have enough knowledge, almost half have a bad attitude, and more than half have little defecation. By taking part in activities organized by health professionals, adopting a clean and healthy lifestyle, establishing attitudes about bowel movements, and encouraging good practices to keep homes and environments clean and healthy at all times, the public is expected to gain more information.. Keywords : knowledge; attitudes; actions; defecation.
PEMANTAUAN KEPADATAN LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT DBD DI TPA AIR SEBAKUL KOTA BENGKULU FUAD MUZAKIN; HAIDINA ALI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11493

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO), sekitar 390 juta kasus infeksi virus dengue terjadi setiap tahun di seluruh dunia, dengan sekitar 96 juta kasus menunjukkan manifestasi klinis. Wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merupakan salah satu kawasan dengan beban kasus tertinggi. Di Indonesia, Tujuan Penelitian Untuk mengetahui tingkat kepadatan larva nyamuk Aedes aegypti di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul Kota Bengkulu. Metode : Penelitian ini menggunakan metode surveilans deskriptif dengan pendekatan kuantitatif fokus pada pemantauan larva nyamuk. Hasil : Hasil dari penelitian ini ada 25 wadah yang di periksa 12 wadah posisif jentik seperti plastik kresek dan pembungkus lunak di angka 20% di susul dengan styrofoam 12% kaleng bekas minuman 8% serta botol plastik 8 % dengan container indeks 48% yang masih termasuk tinggi. Saran : Diharapakan Pemerintah daerah dan pengelola TPA perlu melakukan pengelolaan lingkungan yang lebih baik, terutama dengan menutup atau menimbun wadah yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk.
ANALISIS KEPADATAN POPULASI JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI DI RT. 09 KELURAHAN SUMBER JAYA KECAMATAN KAMPUNG MELAYU KOTA BENGKULU KANIA PUTRI MENDARE; HAIDINA ALI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11558

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Penularan penyakit DBD terjadi dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes yang merupakan vektor utamanya. Tujuan Penelitian untuk mengetahui Analisis Kepadatan Populasi Jentik Nyamuk Aedes Aegptyi di RT. 09 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.Metode: Penelitian ini direncanakan menggunakan metode deskriptif, metode penelitian ini bertujuan mengambarkan fenomena atau karakteristik populasi yang sedang diteliti.Hasil: Hasil survei menunjukkan nilai House Imdex (HI) sebesar 86%, Container Index (CI) sebesar 60,53%, Breteau Index (BI) sebesar 138, dan Angka Bebas Jentik (ABJ) hanya 14%. Kombinasi HI, CI, dan BI menunjukkan Density Figure (DF) pada tingkat sangat tinggi (kategori 8–9). Data dikumpulkan melalui survei lapangan terhadap 50 rumah dengan 114 tempat penampungan air dan dianalisis secara deskriptif. Hal ini menandakan wilayah RT. 09 berisiko tinggi terhadap penyebaran DBD akibat tingginya populasi jentik Aedes Aegypti. Saran: Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), khususnya 3M Plus, seperti menguras, menutup, dan mendaur ulang wadah air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Langkah ini penting untuk menurunkan kepadatan populasi jentik dan mencegah penyebaran penyakit DBD.