Pembelajaran seni tilawah Al-Qur’an memerlukan metode yang mampu mengintegrasikan penguasaan teknik vokal, ketepatan kaidah tajwid, serta keindahan irama secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Metode Tarannum dalam pembelajaran seni tilawah Al-Qur’an di Pondok Pesantren Azharul Khairat Gorontalo serta mengkaji efektivitasnya dalam meningkatkan kompetensi tilawah santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan santri, serta dokumentasi proses pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Tarannum diterapkan secara bertahap melalui tiga level pembelajaran, yaitu Tarannum Huruf, Tarannum Lafdzi, dan Tarannum Kalimat, yang disesuaikan dengan jenjang kelas Ula, Wustha, dan Ulya. Pembelajaran mencakup tujuh maqamat utama dengan dua puluh enam variasi lagu melalui pendekatan talaqqi wal musyafahah yang dipadukan dengan media pembelajaran modern. Dalam waktu enam bulan, santri mampu menguasai teknik tilawah, mengaplikasikan maqamat secara tepat, serta menunjukkan peningkatan kompetensi melalui prestasi pada ajang MTQ dan STQ tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Metode Tarannum terbukti efektif dalam membangun kemampuan tilawah yang sistematis, berkelanjutan, dan berorientasi pada praktik. Integrasi pendekatan tradisional dan modern menjadikan metode ini layak dijadikan model pembelajaran seni tilawah Al-Qur’an di lembaga pendidikan Islam.