YETTI PURNAMA
PRODI D3 KEBIDANAN, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS BENGKULU

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN COOKIES LORSI (KELOR KALAMANSI) TERHADAP ANEMIA PADA REMAJA PUTRI AINIYAH AINIYAH; YETTI PURNAMA; LINDA YUSANTI
Journal Of Midwifery Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v13i2.9935

Abstract

Pendahuluan: Anemia keadaan dimana saat jumlah sel darah merah atau jumlah Hemoglobin (Hb) dibawah normal, sel darah merah berfungsi menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh. Masalah ini masih menjadi isu kesehatan global, dengan data WHO 2019 menunjukkan 1,62 miliar orang (24,8% populasi dunia) mengalami anemia. Remaja putri lebih rentan terhadap anemia dibandingkan remaja putra karena peningkatan kebutuhan zat besi pada usia 14-15 tahun, menstruasi, dan masa pertumbuhan. Upaya pencegahan non-farmakologis dilakukan dengan meningkatkan konsumsi zat besi dari pangan hewani dan nabati, seperti daun kelor yang kaya gizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian cookies daun kelor (Moringa oleifera) dan jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa) (lorsi) terhadap anemia pada remaja putri kelas VII di SMPN19 Kota Bengkulu. Metode: Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain pre-post test with two group, melibatkan kelompok intervensi (diberi cookies lorsi dan tablet tambah darah) dan kelompok kontrol (tablet tambah darah). Sampel penelitian adalah seluruh siswi kelas VII di SMPN 19 Kota Bengkulu, yang mengalami anemia sebanyak 42 responden, dengan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan t paired test. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan kadar Hb pada kelompok intervensi sebelum diberikan perlakuan rata-rata 9,927 gr/dl dan mengalami peningkatan menjadi 12,636 gr/dl, pada kelompok kontrol sebelum diberikan perlakuan rata-rata 10,164 gr/dl mengalami peningkatan menjadi 11,727 gr/dl, hasil dari penelitian didapatkan p-value 0,000 < α( 0,05). Kesimpulan: Pemberian cookies lorsi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri.
FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA KOTA BENGKULU REGITA TIARA SINDI; DENI MARYANI; DARA HIMALAYA; YETTI PURNAMA; SRI NENGSI DESTRIANI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i2.7432

Abstract

Pendahuluan: Keluarga Berencana (KB) adalah suatu usaha untuk dapat mempermudah pasangan mengatur jarak antar anak, menghindari lahirnya anak yang belum di inginkan. Kontrasepsi suntik 3 bulan adalah kontrasepsi dengan kandungan hormon progestin saja yang mirip hormon progesteron alami dalam tubuh perempuan bertujuan untuk mengindari terjadinya ovulasi, memadatkan lendir, menipiskan dinding rahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan suami, persepsi ibu dan peran tenaga kesehatan dengan pemilihan alat kontrasepsi suntik 3 bulan di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel slovin yaitu sebanyak 74 orang. Hasil penelitian mununjukkan uji chi square diperoleh nilai dukungan suami (p-value = 0,03< 0,05) dan peran tenaga Kesehatan (p-value = 0,144>0,05). Hasil analisa multivariat faktor persepsi ibu dengan nilai (OR= 2,904). Kesimpulan diperoleh ada hubungan antara dukungan suami dan persepsi ibu terhadap pemilihan KB suntik 3 bulan dan tidak ada hubungan antara peran tenaga Kesehatan dengan pemilihan KB suntik 3 bulan, dan faktor yang paling dominan adalah persepsi ibu (OR = 2,904) berarti persepsi ibu yang baik terhadap suntik 3 bulan berpeluang 2,904 kali lebih besar memengaruhi ibu untuk menggunakan kontrasepsi ini dibandingkan dengan persepsi ibu yang kurang.