Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KECERDASAN EMOSI DAN BURNOUT TERHADAP KINERJA KARYAWAN INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN WONOREJO LUMAJANG Subahri, Bambang
Dakwah Vol 3 No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.024 KB)

Abstract

This study aims to determine the influence of emotional intelligence and burnout on the Employee performance of Institut Agama Islam Syarifuddin (Syarifuddin Islamic Institute),  Wonorejo, Lumajang. The instrument used in this study is the Performance approach based on Sabine Sonnentag?s theory (2010); the applied scale-based emotional intelligence is one that developed by Daniel Goleman (2003) and the employed scale of burnout is a scale formulated by Maslach and Jackson (1982). The result indicates the existence of effect of emotional intelligence and burnout on the employees? performance.
Pengaruh Nilai-Nilai Agama Dan Kecerdasan Moral Terhadap Prestasi Belajar Afektif Subahri, Bambang
Dakwah Vol 5 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.05 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Nilai-Nilai Agama dan Kecerdasan Moral terhadap Prestasi Belajar Afektif Siswa, dalam hal ini difokuskan pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari Nilai-Nilai Agama yaitu dimensi: daily, meaning, practice, coping dan support. Kecerdasan moral yaitu dimensi: acting, telling, standing, keeping, taking, admitting, embracing, activelyone?s dan abilityothers?  terhadap prestasi belajar afektif siswa mata pelajaran aqidah akhlak. Populasi pada penelitian ini adalah siswa dengan klasifikasi usia 13-19 tahun dan sampelnya berjumlah 200 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik non-probability sampling. Untuk mengukur nilai-Nilai agama , peneliti memodifikasi 11 dimesi nilai-Nilai agama  Fetzer (1999) menjadi 5 dimensi dan untuk kecerdasan moral peneliti menggunakan skala yang dikembangkan dari Lennick and Kiel (2011). CFA (Confirmatory Factor Analysis) digunakan untuk menguji validitas alat ukur dan analisis deskriptif dilakukan dengan menggunakan Software SPSS 17.0 dan LISREL 8.70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan IV keseluruhan terhadap prestasi belajar sebagai DV. Hasil penelitian juga menunjukkan proporsi varians dari prestasi belajar Aqidah Akhlak yang dijelaskan oleh seluruh variabel independen adalah 60.3%, sedangkan 39.7%  sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Kata Kunci: Nilai-Nilai Agama, Kecerdasan Moral dan Prestasi Belajar Afektif
STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH RADIO GLORIA PARAMITA 97.4 FM PADA ACARA DIALOG ISLAMI Subahri, Bambang
Dakwah Vol 4 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.1 KB)

Abstract

Da'wah through radio has its own challenges in this increasingly advanced digital era. Hence, the special strategy and management are needed in maintaining the programs existence to carry out Islamic Da'wah as being performed by Islamic Dialogue on Gloria Paramita 97.4 FM Radio. This study uses a qualitative approach.  The conclusion illustrates that the communication strategy utilizes canalizing method and the form of content applies persuasive approaches and informative approaches.
PESAN SIMBOLIK TRADISI SANDINGAN PADA MASYARAKAT PANDALUNGAN DI DESA JENGGRONG KECAMATAN RANUYOSO KABUPATEN LUMAJANG Subahri, Bambang
Dakwah Vol 4 No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.541 KB)

Abstract

The tradition of Sandingan carried out from generation to generation by Pandalungan society is a combination of Javanese and Madurese Islamic culture which accomplishes symbolic message for the balance of macrocosm and microcosm which covers relation among human beings, humans and nature, and humans and the creators. This ritual is served by providing food and beverages on Monday, Thursday and Friday evenings started by burning incense and closed by reciting prayers aimed at the spirits of the ancestors.
PESAN SEMIOTIK PADA TRADISI MAKAN TABHEG DI PONDOK PESANTREN Subahri, Bambang
Dakwah Vol 6 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/dakwatuna.v6i01.508

Abstract

Tabheg is one type of food wrapped in banana leaves filled with rice with very simple side dishes such as salted fish, eggplant, chili sauce and crackers as a complement. Tabheg is a souvenir brought by the guardians of students when visiting their children in the boarding school. The tradition of bringing this tabheg is often found in Islamic boarding schools in the East Java, area Tapal Kuda. The tradition of eating tabheg for santri is a sign (representamen) with the values of togetherness and simplicity (interpretant) that can be conveyed through the form of food (object) that is shared by the students without distinguishing economic background and social stratification of the family. Phenomenon in the tradition of eating tabheg is believed to have a rich meaning of symbolic messages which are full of philosophical meanings so as to form patterns of human behavior. Exposure analysis of the tradition of eating tabheg is a qualitative study with a literature study approach, departing from the perspective of communication science using the concept of Charles Sanders Pierce with his trichotomies and psychological studies that form the basis of behavior formation. In addition it also aims to explore the constructive meaning of the pesantren tradition which is a reference to the santri mindset to shape behavior. The results of the analysis based on semiotic messages on the tabheg eating tradition for students based on representamen, interpretants and objects produce a constructive concept of santri personality characterized by traditional Islam. Where the santri character is built from the meaning implied in symbolic messages in the form of togetherness and simplicity that is internalized in the form of peace-loving behavior as a pesantren modality in realizing world peace.
Manajemen Administrasi BAZNAS pada Program SDGs di Era Pandemi Bambang Subahri; Amiruddin Hadi; Ni'mah Lailatul Mas'adah
Idarotuna : Journal of Administrative Science Vol. 2 No. 1 (2021): May
Publisher : Program Study Office Adminstrative of Akademi Komunitas Teknologi Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.631 KB) | DOI: 10.54471/idarotuna.v2i1.5

Abstract

Baznas is govermental institution non-structural which is independent and it has responsibility to the president throught the ministery which has obligation on the management of national zakat. Therefore, within the operational process of the administrative must be implememted professional and adapt the growth era. Based on the context of finding research that examined the program of Sustainable Development Goals (SGDs) concerning to the administrative management such as the payment of Zakat Maal, Infaq and Shodaqoh via e-banking using the application of SIMBA. The research tried to examined the step of strategic management would be done by BAZNAS Jember in Pandemic era and to know the management of adminstrative as the program of SDGs BAZNAS Jember in this Pandemic era. The method of research conducted was qualitative-descriptive. The data collection using deep interview, observation and documentation. And the data analysis was the interactive analysis concists of four related components, namely data collection, reducing, conclusiom. Thus, the reliability of research used triangulation. The resarch revealed that the management of strategy were planning formulation, planning implementation, and evaluation for each planning. The first step was formulate the planning, formulate the SDGs Village and evaluate the planning with the correction of planned program by seeing the target wether achieved or not.
Cinta dalam Perspektif Psikologi Qur’ani Bambang Subahri
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 3 No 02 (2020): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menuntut ilmu merupakan media kultural untuk membentuk manusia dan proses untuk membimbing manusia muda menjadi dewasa. Perkembangan teknologi melaju semakin cepat. Saat ini teknologi mampu menjadi teman setia manusia. Hal itu menunjukkan bahwa teknologi membawa dampak positif yang dapat membantu untuk mempermudah dan mempercepat mobilitas kegiatan manusia dalam kesehariannya. Namun, teknologi juga telah membawa dampak negatif yang menyebabkan munculnya degradasi moral. Peristiwa ini banyak terjadi di kalangan para pelajar. Banyak sekali penyebab munculnya degradasi moral, diantaranya adalah kesalahan dalam memperoleh informasi melewati aplikasi media sosial, terpengaruh oleh kebiasaan masyarakat yang dapat menjerumuskan pada keburukan, dan kurangnya bimbingan dari guru dan orang tua untuk selalu menuntut ilmu dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan menuntut ilmu menurut Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam kitab Risalatul Mu’awanah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer adalah kitab Risalatul Mu’awanah dan sumber skundernya adalah terjemah dan buku pendukung yang relevan. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep menuntut ilmu yang ada dalam kitab Risalatul Mu’awanah adalah model pemikiran Sayyid Alwi Al-Haddad tentang ilmu terhadap Allah Swt, ilmu terhadap diri sendiri, dan ilmu terhadap lingkungan baik lingkungan keluarga, sekolah, atau masyarakat. Kitab ini sangat cocok untuk dijadikan pedoman guna memperbaiki akhlak sebagai relevansi sikap pelajar dalam kehidupan sehari-hari
Seni Musik Religius Sebagai Media Konseling Islam dalam Meningkatkan Akhlak Remaja Bambang Subahri; M. Iqbalul Fajri
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 2 No 01 (2019): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhlak merupakan sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena orang akan terlihat mulia itu dilihat dari akhlaknya. Dengan demikian, akhlak remaja perlu dibimbing guna ercapainya suau misi Islam yaitu “Rasul diutus hanyalah semata-mata untuk menyempurnakan akhlak” dengan media konseling Islam. Media konseling Islam digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi antara konselor dengan konseli dalam proses bantuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menghasilkan simpulan bahwa media bimbingan konseling Islam merupakan sarana atau alat bantu dalam proses bimbingan konseling Islam, agar proses bantuan yang menjadi perhatian bimbingan konseling Islam dapat berjalan lebih baik dan sesuai dengan harapan. Selanjutnya yang menjadi media konseling dan memicu meningkatnya akhlak remaja di Ranuyoso ialah Hadroh Al-Banjari dan Drumband. Kesenian ini mengekspresikan idiom-idiom dan bacaan-bacaan seperti: kalimat toyibah, salawat, syahadat, basmallah, hamdallah, dan surat Al-fatihah sehingga dapat menjadi sugesti atas berubahnya perilaku menjadi lebih baik sesuai makna-makna yang tersirat dalam idiom-idiom lantunan melodi yang disampaikan
Konstruksi Makna Hidup Keluarga Penyandang Gangguan Jiwa Skizofrenia di RSJ Hidayatullah Bambang Subahri
JURNAL PARADIGMA MADANI Vol. 4 No. 2 (2017): November
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.483 KB)

Abstract

Stigma masyarakat Probolinggo pada gangguan jiwa sangat kental, bahwa gangguan jiwa merupakan aib bagi keluarga,sehingga berakibat pada penderita gangguan jiwa tidak dibawa ke dokter, psikolog atau psikiater, melainkan disembunyikan, diisolasi, dikucilkan bahkan ada yang sampai dipasung. Dalam penelitian ini peneliti, meneliti keluarga pasien RSJ Hidayatullah yang memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa skizofrenia. Dengan rumusan masalah pertama, Bagaimanakah konstruksi makna hidup keluarga pasien skizofrenia di RSJ Hidayatullah?,kedua,Bagaimanakah bentuk perilaku konstruksi makna hidup yang ditunjukkan keluarga pasien skizofrenia di RSJ Hidayatullah?.Peneliti menggunakan perspektif teori dengan mengkolaborasikan antara dialektika sosial proses pencapaian makna hidup dalam teori konstruksi sosial Lukman dan Berger melalui tiga momen simultan eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Serta kebutuhan akan maknadalam Logoterapi yang dikemukakan oleh Viktor E. Frankl bahwa makna hidup adalah hal-hal yang dianggap sangat penting dan berharga serta memberikan nilai khusus bagi seseorang, sehingga layak dijadikan tujuan dalam kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, denganpendekatan fenomenologi. Peneliti merasa tepat menggunakan pendekatan fenomenologi, karena untuk mendapatkan hasil yang komprehensif tentang asumsi-asumsi keluarga terhadap anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa skizofrenia yang dipaparkan dalampenelitian ini menggunakan perspektif responden penelitian. Peneliti dapat ikut langsungberpartipasi dalam setiap kegiatan yang dilakukan keluarga di rumah sakit maupun di rumah.Peneliti menggunakan 2responden utama. Data yangsudah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan reduktif fenomenologis selamapengumpulan data berlangsung.Dari hasil penelitian diperoleh konstruksi makna hidup keluarga pasien skizofrenia selalu melakukan sebuah usaha pencurahan atau ekspresi diri manusia ke dalam lingkungan sosio-kulturalnya dan menemukan dirinya sendiri dalam suatu dunia dengan adaptasinya masing-masing.Dan Bentuk perilaku konstruksi makna hidup yang di tunjukkan keluarga pasien skizofrenia dapat dilihat dari dua sikap pesimisme, dan optimisme yang menimbulkan keragaman perilaku yang ditunjukkan keluarga.
Konseling Abangan Perspektif Psikoterapi Islam Fiqoini Istiqomah; Bambang Subahri
Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2022): (January) Islamic Studies
Publisher : CV. Murta Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.192 KB) | DOI: 10.54471/nusantara.v2i1.18

Abstract

Clifford Geertz dikenal dengan teori trikotominya, yakni abangan, santri, dan priyayi dalam masyarakat Jawa. Salah satu budaya Jawa dalam buku Agama Jawa karya Geertz adalah praktik pengobatan, praktik ini dilakukan oleh praktisi khusus yang dikenal sebagai dukun, yang identik dengan masyarakat Jawa varian abangan. Dalam praktiknya, dukun menerapkan asas-asas dan fungsi bimbingan dan konseling, praktik ini kemudian disebut sebagai konseling abangan. Pengobatan ini tidak hanya mengobati penyakit fisik yang nampak saja, melainkan juga mengobati penyakit psikis yang tidak nampak. Praktik ini perlu ditinjau menggunakan kacamata psikoterapi Islam. Ada pun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah psikoterapi Islam milik Abu Zaid al-Balkhi tentang kesehatan jiwa Islam. Berbeda dengan teori psikoterapi Islam milik ilmuwan lain seperti ar-Razi, al-Ghazali, dan Ibnu Sina yang lebih fokus kepada penggolongan jiwa manusia dan tingkatannya, konsentrasi bahasan al-Balkhi adalah kontruksi manusia yang terdiri dari jasmani dan rohani. Dimana hal ini sangat relevan dengan praktik konseling abangan. Penelitian ini berfokus pada bagaimana praktik konseling abangan dalam buku Agama Jawa, serta bagaimana pandangan psikoterapi Islam terhadapnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena menekankan pada penafsiran data yang ditunjukkan dalam bentuk deskripsi. Sementara jenis penelitan ini termasuk kepada studi pustaka, karena data yang dianalisis berupa sumber tertulis, yakni buku Agama Jawa karya Clifford Geertz.