Yoza Okta Saputra
Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Acceptance and Commitment Therapy Terhadap Penurunan Burnout Pada Elderly Caregiver Di Panti Sosial Tresna Werdha Dharma Asih Binjai Yoza Okta Saputra; Josetta Maria Remila Tuapattinaja
Wacana Psikokultural Vol 2 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v2i1.13730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan burnout pada elderly caregiver dengan cara membuat subjek bahagia menikmati dan menjalankan pekerjaannya serta melakukan respon koping yang adaptif. Penelitian ini dilakukan menggunakan mixed methods. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability, yaitu simple random sampling. Subjek dipilih ketika memenuhi kriteria, seperti mengalami burnout, bekerja sebagai elderly caregiver dan bagian dari populasi caregiver UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah delapan responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu kuantitatif (pre test dan post test menggunakan skala burnout Maslach Burnout Inventory (MBI) dan kualitatif melalui wawancara, observasi, focus group discusion (FGD) dan pencatatan rangkaian proses intervensi. Intervensi dilakukan secara berkelompok selama lima sesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Acceptance and Commitment Therapy (ACT) efektif menurunkan burnout kerja pada kedelapan subjek penelitian. Pemberian intervensi ACT membuat subjek senang dan menikmati pekerjaannya sebagai elderly caregiver. Subjek mampu melalukan respon koping yang adaptif dalam menghadapi beratnya pekerjaan, seperti menyempatkan waktu untuk bercerita dan berkeluh kesah terkait pekerjaannya dengan keluarga, memahami bahwa lansia telah mengalami masalah-masalah psikologis dan menerima bekerja di panti dengan segala kekurangan yang ada. Subjek juga memiliki dukungan sosial dari sesama caregiver. Subjek merasa bersyukur dan mampu menemukan value yang dimiliki untuk tetap bekerja sebagai elderly caregiver.