Suwanda Priyadi
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sunyi di Tengah Keramaian: Makna Pengalaman Phubbing bagi Mahasiswa dalam Interaksi dengan Teman Sebaya Sinta Puspita Sari; Suwanda Priyadi
Wacana Psikokultural Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v3i1.18026

Abstract

Di era digital yang semakin terhubung, banyak individu justru merasa terputus karena kehadiran digantikan oleh layar ponsel. Penelitian ini mengkaji fenomena phubbing, yaitu tindakan mengabaikan interaksi tatap muka karena fokus pada ponsel, dalam konteks relasi sosial mahasiswa dengan teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi perilaku phubbing dalam interaksi mahasiswa. Partisipan terdiri dari empat mahasiswi Fakultas Psikologi di Surakarta berusia 18–23 tahun, pengguna aktif media sosial, dan menggunakan ponsel lebih dari lima jam per hari. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur dan observasi, serta analisis data menggunakan DPA (Descriptive Phenomenological Analysis). Hasil penelitian menghasilkan lima tema utama: makna kehadiran penuh, kebutuhan akan lingkungan sosial yang nyaman, penggunaan ponsel sebagai regulasi emosi dalam interaksi sosial, kesadaran akan dampak penggunaan ponsel, dan refleksi diri serta empati sebagai penggerak perubahan sikap. Phubbing tidak hanya mengganggu komunikasi verbal, tetapi juga menimbulkan luka emosional seperti perasaan tidak dihargai dan terputusnya koneksi sosial. Kesadaran dan empati mendorong partisipan untuk membangun interaksi yang lebih hangat dan bermakna. Temuan ini berkontribusi dalam mendorong budaya komunikasi digital yang lebih sehat di lingkungan pendidikan tinggi.