Budaya Sunda memiliki banyak kesenian tradisional, termasuk seni musik dan pertunjukan. Salah satukesenian musik tradisional sunda adalah Angklung Padaeng. Pada zaman modern ini, ketertarikan terhadapkesenian musik Angklung Padaeng masih cukup rendah di kalangan remaja, hal ini mengancam kesenianangklung punah dengan perlahannya menghilang ketertarikan dari masyarakat di Indonesia, terutama di KotaBandung. Untuk melestarikan dan meningkatkan ketertarikan kesenian Angklung Padaeng khususnya dikalangan remaja, perlu adanya media yang tepat untuk mengajak masyarakat di kalangan remaja agar lebihberminat dan tertarik dengan kesenian Angklung Padaeng. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memahamibagaimana merancang model karakter animasi 3D sebagai media edukasi untuk melestarikan dan meningkatkanketertarikan terhadap kesenian Angklung Padaeng untuk remaja SMA di Kota Bandung. Untuk penelitian ini,penulis menggunakan pendekatan metode campuran (mixed method). Pengumpulan data dilakukan denganteknik wawancara, observasi, studi literatur, serta survei sebagai sarana memperoleh informasi mengenai fokuspermasalahan. Data-data yang diperolah kemudian diolah menggunakan analisis explanatory sequential. Hasildata penelitian tersebut menunjukkan penggunaan desain karakter anggota dan pemain paduan angklung yangmenarik, serta beragam dalam penampilan dan berpakaian, perlu digunakan untuk perancangan model karakteranimasi 3D mengenai Angklung Padaeng untuk remaja.Kata Kunci: karakter, model, 3D, animasi, pengenalan, ketertarikan, angklung, padaeng