Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, merupakan sentra utama perikanan budidaya dengan potensi besar namun menghadapi penurunan produksi dari 62.754,85 ton pada 2022 menjadi 48.978 ton pada 2023 akibat keterbatasan pupuk dan perubahan iklim. Salah satu permasalahan utama adalah efisiensi pemberian pakan yang menyumbang 60–80% dari biaya produksi dan masih dilakukan secara manual. Program ini bertujuan merancang alat pemberi pakan ikan otomatis berbasis energi surya yang terjangkau, efisien, dan mudah digunakan, dilengkapi dengan sensor dan aplikasi monitoring untuk mengatur jadwal serta takaran pakan secara tepat. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi pemborosan, menekan biaya operasional, serta mendukung pencapaian SDGs dan pengembangan kawasan berkelanjutan di Lamongan.