Industri batik memiliki peran penting dalam perekonomian, terutama pada sektor UMKM seperti Rumah Batik Tulis Huda di Sidoarjo yang melestarikan warisan budaya sekaligus mendukung ekonomi daerah. Namun, aktivitas produksi menghasilkan limbah cair mengandung Methylene Blue yang bersifat karsinogenik dan sulit terurai secara alami. Tanpa pengelolaan tepat, limbah tersebut berisiko mencemari ekosistem air tanah dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar. Sebagai solusi inovatif, diterapkan teknologi integrasi fotoreaktor dan filtrasi berbasis sel surya yang ramah lingkungan. Penggunaan energi surya memastikan operasional alat berjalan mandiri sesuai kapasitas UMKM. Hasil pengujian UV-Vis menunjukkan efektivitas sistem yang sangat signifikan dengan penurunan nilai absorbansi dari 1,21648 menjadi 0,08937. Dengan persentase degradasi mencapai 92,65%, limbah berwarna biru pekat berhasil dijernihkan hingga menjadi bening. Keberhasilan ini membuktikan bahwa sistem fotoreaktor-filtrasi bertenaga surya mampu mereduksi polutan organik secara maksimal. Inovasi teknologi tepat guna ini diharapkan menjadi model pengelolaan limbah mandiri yang praktis serta berkelanjutan bagi pelaku UMKM batik guna menjaga kelestarian lingkungan sekitar.