Nurhayati Nurhayati
Universitas Muslim Buton, Baubau, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

English Verb ‘Deliver’ and Wolio Verb ‘Bawa’ Nurhayati Nurhayati
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 1 No. 2 (2018): June
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.229 KB) | DOI: 10.34050/els-jish.v1i2.4389

Abstract

Construction type is a theory proposed by Dixon to analyze sentences based on its semantic type. This study aimed to compare the construction type of ‘deliver’ verb of English compared to ‘bawa’ verbof Wolio language proposed by Dixon and to elaborate the form of ‘bawa’ when it applied in different type of sentences. Generally, for Giving semantic type, there are four types of construction to cover it. There are some words includes in this Giving type and one of the words is ‘deliver’. Descriptive qualitative method is used to analyze this study. To do this study, the writer collects the data from COCA and or BNC for English data, while for Wolio data, the writer gained from observation and or interview. Furthermore, in his framework, ‘deliver’ constructed in construction type I only. Nevertheless, the result of this study shows that beside can be constructed in construction type I, the data from COCA and or BNC shows that ‘deliver’ also can be constructed in construction type II while the for the Wolio language, the data shows that there are two construction type which can be applied for the verb and Dixon’s framework does not cover it. Moreover, in Wolio language, the form of ‘bawa’ verb can be formed in ‘bawa’, ‘tobawa’, ‘bawea’, ‘bawapo’, ‘bawakea’, ‘bawakapea’, and ‘bawapea’.
Morphological Proses of Wolio Language in Kabanti Nuru Molabi Nurhayati Nurhayati
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 4 No. 1 (2021): MARCH
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.141 KB) | DOI: 10.34050/elsjish.v4i1.13368

Abstract

Morphology is the study of words and their structure. Morphological process is a mean of changing a stem to adjust its meaning to fit its syntactic and communicational context while morphological system of language reveals its properties trhough the morphemic structur of words. This research is aimed to elaborate the morphological system of Wolio language in Kabanti Nuru Molabi based on Anceaux theory. Kabanti is an oral tradition in literary works. Descriptive method is used to analyze this research. To do this research, the researchercollect the data from Kabanti Nuru Molabi text. Moreover, in this theory, Anceaux proposed and devided the morphological system based on the class of words. One same prefix is possible to make a different class of wordswhen it is attached to a verb or a noun. Anceaux classified the morphem based on the stem attached to verb or noun. Nevertheless, the data in Kabanti Nuru Molabi shows that suffix –na, to form a possessive, and suffix –mo to form demonstrative or affirmation are not covered in Anceaux.
Revitalization of the Wolio Language as a Pilot Area for Wolio Language Maintenance in Baubau City: Revitalisasi Bahasa Wolio sebagai Rintisan Wilayah Percontohan Pemertahanan Bahasa Wolio di Kota Baubau Nurhayati Nurhayati; Hartinawanti; Haswan
Room of Civil Society Development Vol. 5 No. 2 (2026): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.900

Abstract

Banyak bahasa daerah di Indonesia kini menghadapi ancaman kepunahan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya pelestarian yang dilakukan secara berkelanjutan agar bahasa-bahasa lokal tetap digunakan dan diwariskan. Bahasa Wolio, sebagai salah satu bahasa daerah di Sulawesi Tenggara, termasuk dalam kategori stabil tetapi terancam punah, sehingga memerlukan langkah pelestarian yang nyata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran penutur Bahasa Wolio tentang pentingnya menjaga bahasa daerah, menumbuhkan minat generasi muda untuk memahami dan menggunakan Bahasa Wolio dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan literasi Bahasa Wolio pada masyarakat RT.01/RW.004 Kelurahan Wangkanapi, serta mendorong wilayah tersebut menjadi rintisan kawasan percontohan pelestarian Bahasa Wolio di Kota Baubau. Metode yang digunakan meliputi kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan implementasi produk pembelajaran kepada peserta usia sekolah. Produk yang digunakan dalam kegiatan ini berupa kamus bergambar tiga bahasa (Wolio–Inggris–Indonesia) dan flashcard kosakata empat bahasa (Wolio–Inggris–Indonesia–Latin). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat menyadari semakin berkurangnya penggunaan Bahasa Wolio di lingkungan mereka, sementara produk pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media pendukung pengenalan Bahasa Wolio kepada generasi usia sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis literasi dan media pembelajaran dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pelestarian Bahasa Wolio sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di Kota Baubau.
Revitalization of the Wolio Language as a Pilot Area for Wolio Language Maintenance in Baubau City: Revitalisasi Bahasa Wolio sebagai Rintisan Wilayah Percontohan Pemertahanan Bahasa Wolio di Kota Baubau Nurhayati Nurhayati; Hartinawanti; Haswan
Room of Civil Society Development Vol. 5 No. 2 (2026): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.900

Abstract

Banyak bahasa daerah di Indonesia kini menghadapi ancaman kepunahan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya pelestarian yang dilakukan secara berkelanjutan agar bahasa-bahasa lokal tetap digunakan dan diwariskan. Bahasa Wolio, sebagai salah satu bahasa daerah di Sulawesi Tenggara, termasuk dalam kategori stabil tetapi terancam punah, sehingga memerlukan langkah pelestarian yang nyata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran penutur Bahasa Wolio tentang pentingnya menjaga bahasa daerah, menumbuhkan minat generasi muda untuk memahami dan menggunakan Bahasa Wolio dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan literasi Bahasa Wolio pada masyarakat RT.01/RW.004 Kelurahan Wangkanapi, serta mendorong wilayah tersebut menjadi rintisan kawasan percontohan pelestarian Bahasa Wolio di Kota Baubau. Metode yang digunakan meliputi kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan implementasi produk pembelajaran kepada peserta usia sekolah. Produk yang digunakan dalam kegiatan ini berupa kamus bergambar tiga bahasa (Wolio–Inggris–Indonesia) dan flashcard kosakata empat bahasa (Wolio–Inggris–Indonesia–Latin). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat menyadari semakin berkurangnya penggunaan Bahasa Wolio di lingkungan mereka, sementara produk pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media pendukung pengenalan Bahasa Wolio kepada generasi usia sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis literasi dan media pembelajaran dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pelestarian Bahasa Wolio sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di Kota Baubau.