Banyak bahasa daerah di Indonesia kini menghadapi ancaman kepunahan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya pelestarian yang dilakukan secara berkelanjutan agar bahasa-bahasa lokal tetap digunakan dan diwariskan. Bahasa Wolio, sebagai salah satu bahasa daerah di Sulawesi Tenggara, termasuk dalam kategori stabil tetapi terancam punah, sehingga memerlukan langkah pelestarian yang nyata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran penutur Bahasa Wolio tentang pentingnya menjaga bahasa daerah, menumbuhkan minat generasi muda untuk memahami dan menggunakan Bahasa Wolio dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan literasi Bahasa Wolio pada masyarakat RT.01/RW.004 Kelurahan Wangkanapi, serta mendorong wilayah tersebut menjadi rintisan kawasan percontohan pelestarian Bahasa Wolio di Kota Baubau. Metode yang digunakan meliputi kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan implementasi produk pembelajaran kepada peserta usia sekolah. Produk yang digunakan dalam kegiatan ini berupa kamus bergambar tiga bahasa (Wolio–Inggris–Indonesia) dan flashcard kosakata empat bahasa (Wolio–Inggris–Indonesia–Latin). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat menyadari semakin berkurangnya penggunaan Bahasa Wolio di lingkungan mereka, sementara produk pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media pendukung pengenalan Bahasa Wolio kepada generasi usia sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis literasi dan media pembelajaran dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pelestarian Bahasa Wolio sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di Kota Baubau.