Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Internalisasi Tauhid Uluhiyah dalam Pembentukan Karakter Religius Santri: Studi Kasus di Pesantren Rumah Bahasa Arab, Makassar Andi Mursyid B. Asapa; Rano Sukmantara
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Takuana (April-June)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i1.454

Abstract

This study examines the internalization of tawhid uluhiyah in the formation of students’ religious character at Rumah Bahasa Arab Islamic Boarding School, Makassar. This study aims to analyze the process of value internalization, the role of Islamic boarding school (pesantren), and its impact on students’ religious character. This research uses a qualitative case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving teachers, caregivers, and students. The findings show that the internalization of tawhid uluhiyah is carried out through a structured learning system based on classical tawhid texts taught sequentially, combined with habituation of worship practices, contextual explanation of contemporary deviant beliefs, and continuous supervision. A distinctive finding is the integration of doctrinal learning with real-life case analysis, which helps students critically distinguish between correct and deviant beliefs. This process contributes to the development of sincerity in worship, increased awareness of shirk-related practices, and more disciplined religious behavior. These findings highlight that value internalization in pesantren is most effective when doctrinal understanding is directly connected to students lived experiences.
Konsep Pendidikan Islam Dalam Perspektif Ibnu Khaldun Hanifah Rafidzah; Rano Sukmantara
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5364

Abstract

Pendidikan Islam adalah pendidikan yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadist serta pendapat para ilmuwan yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist. Pendidikan Islam adalah pendidikan yang memperhatikan pendidikan keagamaan, akhlak, keilmuwan dan jasmani tanpa mengorbankan salah satunya. Dengan demikian pendidikan dalam perspektif Islam merupakan bagian dari tugas kekhalifahan manusia yang harus dilaksanakan secara bertanggungjawab. Salah satu tokoh dalam perkembangan ilmu pengetahuan Islam ini adalah Ibnu Khaldun yang lahir dari keluarga ilmuwan dan terhormat yang telah berhasil menghimpun antara jabatan ilmiyah dan pemerintahan. Perhatian Ibnu Khaldun terhadap dunia pendidikan sangatlah besar, sekalipin beliau berkecimpung dalam bidang sosial kemasyarakatan. Ibnu Khaldun merupakan salah satu tokoh Islam yang banyak berkontribusi saham pemikiran dalam meletakkan dasar-dasar pendidikan Islam yang amat berharga sekali dan sangat besar sekali pengaruhnya terhadap pendidikan Islam. Sekalipun berkecimpung dalam bidang sosial kemasyarakatan, perhatian dalam bidang pendidikn menempati posisi yang sangat penting dalam masalah yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran. Salah satu perhatian Ibnu Khaldun yang besar terhadap pendidikan Islam tersebut terlihat dalam pemikirannya tentang tujuan pendidikan, kurikulum dan metode pengajaran. Dalam kitabnya, Ibnu Khaldun juga menjelaskan bahwa pemikiranlah yang melahirkan ilmu dan keterampilan. Manusia mempunyai keinginan kuat untuk mendapatkan persepsi yang tidak dimilikinya, sehingga muncul proses belajar mengajar yang bertujuan menghimpunkan pengetahuan/informasi kemudian menyampaikannya kepada generasi mendatang.
Peran Guru Dalam Menumbuhkan Kebiasaan Ibadah Pada Siswa Sd Indria Islamic School Rano Sukmantara; Gita Anggini
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menumbuhkan kebiasaan ibadah pada siswa di SD Indria Islamic School. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai teladan (uswah hasanah), pembimbing spiritual, pengawas, dan motivator dalam pembiasaan ibadah harian, termasuk salat dhuha, salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, doa harian, dan pembinaan akhlak mulia. Strategi guru meliputi pembiasaan rutin, pendekatan kontekstual, pemberian reward, dan kolaborasi dengan orang tua. Meskipun terdapat kendala seperti perbedaan latar belakang keluarga dan motivasi siswa yang beragam, pembiasaan ibadah yang konsisten terbukti menanamkan perilaku religius yang berkelanjutan (Hidayati, 2020; Setiawan & Putri, 2021).
Manajemen Pengembangan Kemampuan Bahasa Arab Untuk Anak SD Islam Al-Anshar Fika Nur Fitriani; Rano Sukmantara
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5411

Abstract

Upaya menyeimbangkan kemampuan bahasa Arab siswa/siswi SD Islam Al-Anshar mendirikan lembaga pengembangan bahasa Arab. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan dibutuhkan proses manajemen yang baik dalam lembaga pengembangan bahasa Arab. karena manajemen sebagai salah satu faktor penentu ketercapaian tujuan lembaga. Penelitian ini mengambil permasalahan: 1) Bagaimana perencanaan pengembangan kemampuan bahasa Arab siswi di SD Islam Al-Anshar?, 2) Bagaimana pelaksanaan pengembangan kemampuan bahasa Arab siswi di SD Islam Al-Anshar? dan 3) Bagaimana Evaluasi pengembangan kemampuan bahasa Arab siswi di SD Islam Al-Anshar?. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data guru dan siswi. Hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) perencanaan pengembangan bahasa Arab meliputi penentuan SOP pembelajaran, penentuan kegiatan, anggaran, kebijakan dan strategi yang dirancang oleh kepala pengembangan bahasa dan pembantu direktur bidang pendidikan dan kurikulum . 2) pelaksanaan pengembangan bahasa Arab dilaksanakan 1 hari dalam satu minggu untuk kelas TECC yang didalamnya terdapat pembelajaran prcakapan bahasa arab dan kosa kata setiap harinya yang dilaksanakan setelah sholat dzuhur serta di sela-sela pembelajaran, dan program ditujukan kepada siswa/siswi dan pendidik. Kegiatan pengembangan bahasa Arab siswa/siswi dilaksanakan secara formal dan informal. Pengelompokan tugas perkelas yang dilaksanakan semester sekali hanya untuk kelas 6 saja. 3) evaluasi pengembangan bahasa Arab dilaksanakan secara formal dan informal. evaluasi formal hanya untuk daurah arabiyah melalui tes tertulis dan lisan sedangkan untuk informal hanya berupa laporan pertanggungjawaban setelah pelaksanaan kegiatan. Rekomendasi: perlu ada kerja sama dengan murid menerapkan percakapan bahasa arab dasar yang terdapat siswa/siswi SD Islam Al-Anshar sehingga program bisa terlaksana dengan harapan tujuan tercapai secara maksimal
Strategi Guru Pai Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur’an Melalui Program Tahfidz Di Smpit Ibnu Abbas Klaten Hamid al muksin; Rano Sukmantara
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru PAI dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an melalui program tahfidz di SMPIT Ibnu Abbas Klaten. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan berbagai strategi, antara lain talaqqi, tahsin, setoran hafalan berkala, dan muroja’ah terstruktur. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang religius, dukungan orang tua, dan ketersediaan guru tahfidz yang kompeten. Adapun faktor penghambat di antaranya perbedaan kemampuan siswa, motivasi yang fluktuatif, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Secara keseluruhan, strategi yang diterapkan efektif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hafalan siswa.