Penerapan komunikasi SBAR merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan keamanan pasien di Rumah sakit. Keamanan pelayanan di Rumah Sakit salah satunya peningkatan komunikasi efektif antar perawat, sehingga tidak terjadi kesalahan informasi saat handover dan menjamin keselamatan pasien. Selain itu, cara lain untuk memenuhi kualitas kepawatan yaitu perawat membutuhkan kepuasan kerja agar ada rasa senang dalam diri perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan penerapan komunikasi SBAR saat handover dengan kepuasan kerja perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Ciamis Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 66 dengan teknik sampel proporsional random sampling. Hasil penelitian menunjukan penerapan komunikasi SBAR saat handover sebagian besar perawat efektif dalam menerapkan komunikasi SBAR saat handover sebanyak 45 orang (68,2%), kepuasan kerja perawat sebagian besar perawat merasa puas yaitu sebanyak 41 orang (62,1%), dan terdapat hubungan yang disignifikan antara penerapan komunikasi SBAR saat handover dengan kepuasan kerja perawat karena nilai α > Ï value (0,05 > 0,000), yaitu semakin baik efektif penerapan komunikasi SBAR saat handover maka semakin puas perawat dalam bekerja dan sebaliknya semakin kurang efektif penerapan komunikasi SBAR saat handover maka semakin tidak puas perawat dalam bekerja. Hubungan ini ditunjukan dengan nilai korelasi sebesar 0.741 yang termasuk kedalam kategori kuat (0,60-0,80). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara penerapan komunikasi SBAR saat handover dengan kepuasan kerja perawat. Saran diharapkan semua perawat menerapkan komunikasi SBAR saat handover secara lengkap dan jelas dengan mengikuti standar operasional prosedur yang ada.