Evi Utul Kasanah
D-IV Analis Kesehatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi dan Skrining Gejala Paparan Gas Karbon Monoksida di Desa Simo Angin-Angin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur Ersalina Nidianti; Herlianti Anggun Puspita Ningrum; Evi Utul Kasanah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2738

Abstract

Paparan gas karbon monoksida (CO) merupakan salah satu bentuk pencemaran udara yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada wilayah yang berada di sekitar kawasan industri serta lingkungan rumah tangga dengan aktivitas pembakaran dan asap rokok. Karbon monoksida merupakan gas beracun yang dapat berikatan dengan hemoglobin membentuk karboksihemoglobin (COHb), sehingga menghambat kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Desa Simo Angin-Angin, Kabupaten Sidoarjo, merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi paparan polutan udara tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining gejala kesehatan yang berhubungan dengan paparan gas karbon monoksida serta meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai sumber paparan dan upaya pencegahannya. Metode yang digunakan meliputi skrining kesehatan menggunakan kuesioner, sosialisasi, dan edukasi menggunakan media poster. Penilaian peningkatan pengetahuan dilakukan melalui pre-test sebelum edukasi dan post-test setelah edukasi. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dan dilaksanakan di Balai Desa Simo Angin-Angin, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Hasil skrining menunjukkan bahwa 47% responden memiliki anggota keluarga perokok, 53% responden melaporkan keluhan sakit kepala, dan 33% responden mengalami sesak napas. Hasil evaluasi pengetahuan menunjukkan peningkatan skor dari 30% pada pre-test menjadi 70% pada post-test. Kesimpulan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai potensi paparan dan upaya pencegahan gas karbon monoksida di lingkungan rumah tangga.