Nuniek Ina Ratnaningtyas
Program Studi Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Metode One Touch System untuk Mendorong Peningkatan Hasil Produksi pada Budidaya Jamur Tiram Putih di Desa Brakas, Kabupaten Purbalingga Nuniek Ina Ratnaningtyas; Gathot Heri Sudibyo; Puji Lestari; Anni Fatimatun Nisa; Nailis Syarifah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2778

Abstract

Budidaya jamur tiram putih merupakan usaha agribisnis yang mudah diterapkan masyarakat pedesaan karena kebutuhan modal rendah serta peluang pasar besar. Namun, salah kelompok usaha budidaya jamur “Primordia Berkah Mandiri” menghadapi kendala dalam mengembangkan usahanya, terutama minimnya kemampuan produksi jamur akibat keterbatasan kemampuan dan teknologi yang diterapkan, Oleh karena itu, diperlukan teknologi mendorong peningkatan kemampuan produksi jamur tiram putih yang berkualitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan tujuan memperkenalkan Metode One Touch System, yaitu pendekatan budidaya jamur yang menekankan efisiensi, sanitasi, dan alur kerja terstandar termasuk pembuatan baglog, inokulasi, inkubasi, hingga pemeliharaan kumbung dengan hasil akhir peningkatan produktivitas produksi jamur. Teknologi utama yang diterapkan adalah Autoclave. Hasil akhir kegiatan pengabdian menggunakan metode One Touch System adalah kuantitas baglog dan jamur yang dipanen. Dalam program ini, baglog yang diproduksi mencapai total 17.500 baglog yang menghasilkan 200 kg jamur tiram putih/hari, yang lebih tinggi dari angka sebelum program berkisar 80 kg/hari. Tentu hasil nyata statistik tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait budidaya modern hingga pengelolaan kumbung secara sistematis sesuai metode One Touch System. Kegiatan ini diharapkan dapat terus digunakan sehingga menurunkan risiko gagal produksi, meningkatkan produktivitas baglog, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Brakas.