Ahmad Zulfikar Ali
Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Universitas Al-Amien Prenduan, Jawa Timur 69465, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BHESAH ALOS : ETIKA KOMUNIKASI REMAJA DALAM PERGAULAN SOSIAL DI KABUPATEN SAMPANG MADURA Ali, Ahmad Zulfikar; Suryanto, Totok Agus; Amin, Agus Saifuddin; Maliji, Moh.
Reflektika Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v16i1.896

Abstract

Etika merupakan salah satu unsur yang menentukan sukses atau tidaknya komunikasi yang dilakukan seseorang. Komunikasi yang dilakukan dengan etika yang kurang tepat akan mengakibatkan bias pada seseorang dalam menginterpretasikan pesan yang ingin disampaikan. salah satu bentuk etika yang paling diperhitungkan dalam proses komunikasi adalah etika berbahasa. Bahasa yang digunakan dalam komunikasi dan bagaimana bahasa tersebut disampaikan merupakan salah satu kriteria etika komunikasi yang baik. Hal tersebut melingkupi bahasa secara universal, tidak terkecuali bahasa madura sebagai salah satu bahasa daerah dengan pengguna terbesar ketiga di Indonesia. Artikel ini akan membahas bagaimana karakter penggunaan bahasa halus oleh remaja di kabupaten sampang sebagai salah satu kabupaten di madura dan bagaimana peran bahasa Madura halus dalam meneguhkan etika komunikasi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga karakter etika komunikasi sosial remaja madura Pertama, etika komunikasi yang baik dan utama dalam perspektif orang Madura adalah menggunakan bahasa halus, kedua, penggunaan titi nada dan sikap yang tepat, ketiga, penggunaan bahasa sesuai konteks berbicara. Adapun peran bahasa halus Madura dalam meneguhkan etika komunikasi  terumuskan dalam dua hal; Pertama, Bhesah Alos  mengedepankan pertimbangan lawan bicara, terutama kepada orang yang lebih tua dan dihormati. Kedua,  bahasa halus merupakan manifestasi dari pribadi yang beretika dan bertatakrama
STRENGTHENING THE DIGITAL SKILLS OF GENERATION Z SANTRI THROUGH TRAINING ON THE USE OF SOCIAL MEDIA AS A MEANS OF BUILDING PERSONAL BRANDING Ahmad Zulfikar Ali; Moh. Maqbul Mawardi
As-Sidanah Vol 8 No 1 (2026): APRIL
Publisher : LP2M Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/assidanah.v8i1.20-40

Abstract

The low level of digital literacy among Generation Z Islamic boarding school students is a major obstacle to utilizing technology for effective da'wah. This program aims to provide an understanding of digital literacy and equip students with practical skills in processing creative content to build personal branding. The novelty of this program lies in its intervention targeting traditional Islamic boarding schools with limited infrastructure, an area that is often overlooked in mainstream digital literacy studies. The activities were carried out using a Service Learning (SL) approach, combined with Kurt Lewin's stages of change, to systematically transform students' behavior on social media. The implementation method consisted of four main stages: problem investigation, strategy preparation, action (including vision clarification, behavior change through technical training, and refreezing through assignments), and self-reflection. The results of the activity showed a significant increase in students' understanding of the urgency of personal branding and mastery of digital skills, such as copywriting, graphic design, and video editing, with practical implications for students' ability to produce consistent, independent creative da'wah content. Theoretically, this program demonstrated that the Service Learning method is effective when used in a pesantren environment to accelerate technological adaptation and foster a positive digital identity among Generation Z students.