Indira Ade Mastura
Universitas Prima Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Ayah Perokok dengan Stunting Pada Anak di Kota Medan Indira Ade Mastura; Irza Haicha Pratama; Qori Fadillah; Kevin Wutama
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22479

Abstract

ABSTRACT Stunting is a child health problem caused by chronic malnutrition, particularly during the first one thousand days of life. The purpose of this research was to examine whether or not stunting was more common in children whose dads smoked in Medan City. The research was a case-control analytical observational study. Samples were selected using cluster sampling based on regions, comprising 124 children divided into case (stunted) and control (non-stunted) groups. Stunting status was assessed using the World Health Organization growth chart, while data on fathers’ smoking habits were obtained through a questionnaire on smoking intensity and frequency at home. In order to get the Odds Ratio, the data was analyzed using logistic regression and chi-square testing. The group whose members were exposed to their fathers' tobacco smoke had the highest prevalence of stunted offspring. The odds ratio was 17.8, and the chi-square test revealed p 0.05, suggesting that the risk of stunting was 17.8 times greater for children exposed to cigarette smoke than for unexposed children. Children whose fathers smoke are at a far higher risk of stunting. Stunting prevention interventions should include reducing smoke exposure at home and educating families about the importance of a healthy home environment. Keywords: Stunting, Children, Smoking Habits, Smoke Exposure, Risk.  ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama pada periode seribu hari pertama kehidupan.  Tujuan riset ini adalah untuk mengkaji korelasi antara angka stunting pada anak yang tinggal di Kota Medan dengan perilaku merokok ayah mereka. Penelitian ini menggunakan strategi riset kasus-kontrol berdasarkan analisis observasional. Dengan menggunakan metode cluster sampling berdasarkan geografi, 124 anak secara acak dimasukkan ke dalam kelompok kasus (anak-anak dengan stunting) atau kelompok kontrol (anak-anak tanpa stunting). Status stunting diukur menggunakan kurva pertumbuhan World Health Organization, sedangkan data kebiasaan merokok ayah diperoleh melalui kuesioner mengenai intensitas dan frekuensi merokok di rumah. Odds Ratiodihitung melalui analisis data yang mencakup regresi logistik dan uji chi-kuadrat. Hasil riset memperlihatkan bahwa kelompok yang terpapar asap rokok dari ayah memiliki prevalensi stunting tertinggi. Odds Ratio adalah 17,8, dan nilai chi-kuadrat p 0,05, memperlihatkan bahwa risiko stunting 17,8 kali lebih tinggi pada anak-anak yang terpapar asap rokok dibandingkan dengan mereka yang tidak terpapar. Anak-anak yang ayahnya merokok memiliki risiko stuntingyang jauh lebih tinggi. Intervensi pencegahan stunting perlu mencakup pengurangan paparan asap rokok di rumah dan edukasi keluarga mengenai pentingnya lingkungan rumah yang sehat. Kata Kunci: Stunting, Anak, Kebiasaan Merokok, Paparan Asap Rokok, Risiko.