Siti Pandanwangi TW
YPIB Majalengka University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Potensi Interaksi Obat pada Resep Spesialis Saraf di RSUD X Kabupaten Majalengka Siti Pandanwangi TW; Dosi Ahmad Yani; Ahmad Azrul Zuniarto; Roni Imron Muwahid
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan penyakit neurological disease menggunakan banyak obat sehingga beresiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensial interaksi obat-obat pada peresepan pasien penyakit saraf, tingkat keparahan minor, moderate dan major, hubungan karakteristik pasien terhadap interaksi obat, serta manajemen penanganan interaksi obat. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif berupa jenis penelitian observasional, pengambilan data secara prospektif dengan teknik quota sampling yang dilakukan bulan Maret-Mei 2024 di RSUD X Kabupaten Majalengka. Hasil penelitian dari total 60 pasien sebanyak 49 pasien (81,7%) mengalami interaksi obat, dan 11 pasien (18,3%) tidak ada interaksi. Tingkat keparahan interaksi tertinggi yaitu moderat (71,7%), minor (24,1%) dan major (4,2%). Hasil uji chi square interaksi obat dengan jenis kelamin diperoleh nilai signifikansi 0,181 dan nilai OR dengan CI 95% sebesar 0,429 yang artinya perempuan beresiko 0,429 kali terjadi interaksi obat daripada pasien laki-laki. Interaksi obat dengan usia diperoleh nilai signifikansi 0,017 dan nilai OR dengan CI 95% sebesar 8,762 yang artinya bahwa usia ≥ 45 tahun 8,762 kali beresiko akan terjadi interaksi obat jika dibandingkan usia < 45 tahun. Interaksi obat dengan jumlah obat diperoleh nilai signifikansi 0,000 dan nilai OR dengan CI 95% sebesar 105,750 yang artinya bahwa jumlah obat yang dikonsumsi pasien ≥ 5 macam obat 105,750 beresiko terjadinya interaksi obat dibandingkan pasien yang mengkonsumsi < dari 5 macam obat. Potensi terjadinya interaksi obat-obat di tingkat keparahan moderate yaitu fenofibrate – novorapid (insulin aspart), captopril-dexketoprofen, fenitoin – diazepam. Tingkat keparahan major diantaranya adalah cilostazol – lansoprazole. Interaksi obat dengan mekanisme farmakodinamik yaitu methylprednisolon-insulin aspart. Interaksi obat secara farmakokinetik dalam penelitian ini yaitu fenitoin – deksamethason.