Pembelajaran kimia memiliki karakteristik khas karena banyak memuat konsep yang bersifat abstrak dan tidak dapat diamati secara langsung oleh siswa, seperti pada materi asam–basa yang masih mengandung banyak konsep mikroskopis. Karakteristik ini menyebabkan kimia sering dianggap sulit, sehingga siswa mengalami kesulitan memahami konsep dan cenderung kehilangan motivasi belajar. Kondisi tersebut sejalan dengan permasalahan yang diungkapkan dalam abstrak, bahwa pendidikan kimia di sekolah menengah sering menghadapi penurunan motivasi belajar siswa serta kesulitan dalam memahami konsep kimia yang bersifat abstrak.Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran kimia. Alat peraga dapat membantu siswa memahami konsep secara lebih nyata dan membuat mereka lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan alat peraga dalam pembelajaran kimia terhadap hasil belajar siswa melalui metode meta-sintesis kualitatif. Data dikumpulkan dari 25 artikel jurnal nasional dan internasional yang terbit dalam lima tahun terakhir. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik dengan mengelompokkan dan membandingkan temuan penelitian berdasarkan indikator motivasi belajar, pemahaman konsep, aktivitas belajar, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan alat peraga dalam pembelajaran kimia terhadap hasil belajar siswa melalui metode meta-sintesis kualitatif. Data dikumpulkan dari 25 artikel jurnal nasional dan internasional yang terbit dalam lima tahun terakhir. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik, yaitu dengan mengelompokkan dan membandingkan temuan penelitian berdasarkan indikator motivasi belajar, pemahaman konsep, aktivitas belajar, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa.