Latar belakang: Makanan yang terkontaminasi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan penyakit bawaan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan perilaku higiene pada penjamah makanan di kantin Sekolah Dasar Negeri wilayah kerja Puskesmas Talang Banjar, mengingat masih banyak kantin Sekolah Dasar Negeri di Kota Jambi yang belum memenuhi standar kebersihan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-Sectional. Sampel terdiri dari 37 penjamah makanan dengan menggunakan teknik Total Sampling dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar penjamah makanan memiliki perilaku higiene kurang baik (65%), dengan pengetahuan kurang baik (60%), sikap positif (51%), mendapatkan pengawasan internal dan eksternal (62%), dan sebagian besar belum pernah mengikuti pelatihan (89%). Uji bivariat menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p=0.023) dan sikap (p=0.008) dengan perilaku higiene, sedangkan pengawasan (p=0.171) dan pelatihan (0.602) tidak ada hubungan dengan perilaku higiene pada penjamah makanan di kantin Sekolah Dasar Negeri wilayah kerja Puskesmas Talang Banjar. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku higiene pada penjamah makanan, sedangkan pengawasan dan pelatihan tidak ada hubungan dengan perilaku higiene pada penjamah makanan di kantin Sekolah Dasar Negeri wilayah kerja Puskesmas Talang Banjar. Disarankan Puskesmas menginisiasi program pelatihan mengingat tingginya persentase penjamah yang belum terlatih.