Nadya Yulfi Cemara
Institut Agama Islam Negeri Metro Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI (8-10 TAHUN) DI WONOKARTO SEKAMPUNG LAMPUNG TIMUR Nadya Yulfi Cemara
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 8, No 2 (2024): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v8i2.85146

Abstract

This research activity aims to determine the importance of character education for the morality of early childhood in the surrounding community in the digital era. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Traditional games are activities that have existed and been played by people for decades. Traditional games always involve physical skills, strategy and social interaction, and are still passed down from generation to generation. Traditional games also reflect the culture, values and identity of the communities to which they originate. Through traditional games we can also improve the character education found in each individual's character. Character education requires methods and approaches that are in sync with the potential or personality of young children. Seeing today's developments, many students use technology for entertainment and lack good social or moral attitudes in society. Keywords: Traditional game; Character building; Early childhood; Ineraction; Personality ABSTRAKKegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya pendidikan karakter bagi moralitas anak usia dini di lingkungan masyarakat sekitar pada era digital. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Permainan tradisional merupakan suatu aktivitas yang sudah ada dan dimainkan oleh masyarakat selama puluhan tahun. Permainan tradisional selalu  melibatkan keterampilan fisik, strategi, dan interaksi sosial, dan tetap diwariskan dari generasi ke generasi secara turun menurun. Permainan tradisional juga mencerminkan budaya, nilai, dan identitas masyarakat tempat mereka berasal. Melalui permainan tradisional kita juga dapat meningkatkan pendidikan karakter yang terdapat pada masing-masing karakter setiap individu. Pendidikan karakter membutuhkan metode dan pendekatan yang sinkron dengan potensi atau kepribadian anak usia dini. Melihat perkembangan zaman sekarang banyak pelajar yang  menggunakan  teknologi  untuk  hiburan  serta  kurang  memiliki  sikap sosial atau moral yang baik  di  masyarakat. Kata Kunci: Permainan Tradisional; Pendidikan Karakter; Anak Usia Dini; Ineraksi; Kepribadian