Shilvi Khusna Dilla Agatta
Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENANGANAI MESTRUASI: ANTARA PENGETAHAUN, PENDIDIKAN, DAN PERILAKU KESEHATAN Chusna Cahya Marhaeni; Shilvi Khusna Dilla Agatta
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 8, No 2 (2024): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v8i2.94931

Abstract

Many different elements can influence how an individual acts when it comes to seeking health care. An individual's level of health knowledge is still a significant concern in this topic. This pertains to how knowledge can help reduce misconceptions or negative perceptions while providing information about the importance of healthcare. This research focuses on the reproductive health-seeking behavior of women. Where a lack of knowledge about reproductive health can be a barrier for individuals to obtain accurate information and proper care. The study seeks to answer questions about female students' knowledge of reproductive health and how their health-seeking behavior is related to this issue. Involving diverse master's students with various socio-cultural backgrounds, the study is expected to provide a deeper understanding of knowledge and reproductive health behavior and its correlation with their education. This study conducted over approximately 4 weeks, the research utilizes various data sources such as participant observation, in-depth interviews, and literature studies supporting field findings. The study reveals the complexity of the relationship between knowledge, education, and reproductive health-seeking behaviour, especially concerning menstruation. The lack of knowledge impacts the attitudes and behaviours of informants related to menstruation. However, even when knowledge exists, it does not always reflect optimal reproductive health-seeking behavior. That’s why thus knowledge and education are considered the initial foundation of health-seeking behaviour but do not always determine decisions related to reproductive health.Keywords: reproductive health, menstruation, sex education, health-seeking behavior  ABSTRAK Banyak elemen yang berbeda dapat mempengaruhi bagaimana seseorang bertindak dalam mencari perawatan kesehatan. Tingkat pengetahuan kesehatan seseorang masih menjadi perhatian penting dalam topik ini. Hal ini berkaitan dengan bagaimana pengetahuan dapat membantu mengurangi miskonsepsi atau persepsi negatif sambil memberikan informasi tentang pentingnya perawatan kesehatan. Penelitian ini berfokus pada perilaku pencarian kesehatan reproduksi perempuan. Dimana kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat menjadi penghalang bagi individu untuk mendapatkan informasi yang akurat dan perawatan yang tepat. Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan tentang pengetahuan mahasiswa perempuan tentang kesehatan reproduksi dan bagaimana perilaku pencarian kesehatan mereka terkait dengan masalah ini. Melibatkan beragam mahasiswi dengan berbagai latar belakang sosial budaya, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengetahuan dan perilaku kesehatan reproduksi serta korelasinya dengan pendidikan mereka. Penelitian yang dilakukan selama kurang lebih 4 minggu ini menggunakan berbagai sumber data seperti observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi literatur yang mendukung temuan di lapangan. Penelitian ini mengungkap kompleksitas hubungan antara pengetahuan, pendidikan, dan perilaku pencarian kesehatan reproduksi, khususnya terkait menstruasi. Minimnya pengetahuan berdampak pada sikap dan perilaku informan terkait menstruasi. Namun, bahkan ketika pengetahuan ada, tidak selalu mencerminkan perilaku pencarian kesehatan reproduksi yang optimal. Oleh karena itu, pengetahuan dan pendidikan dianggap sebagai fondasi awal dari perilaku pencarian kesehatan, namun tidak selalu menentukan keputusan terkait kesehatan reproduksi. Kata Kunci: kesehatan reproduksi, menstruasi, sex education, pencarian kesehatan