Zahrotul Jannah
Universitas Annuqayah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DOMINASI NYAI DALAM RELASI GURU-MURID DI PESANTREN (STUDI FENOMENOLOGIS PADA KEPATUHAN SANTRI PONDOK PESANTREN ANNUQAYAH) Zahrotul Jannah
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 9, No 2 (2025): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v9i2.109222

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui relasi guru-murid pada Nyai dan santri di PP. Annuqayah. Fokus kajian pada tulisan ini adalah dominasi Nyai dan kepatuhan para santri di PP. Annuqayah. Maka penelitian ini bermaksud   menjawab tiga pertanyaan berikut: Pertama, Bagaimana bentuk kepatuhan para santri terhadap Nyai di PP. Annuqayah? Kedua, Bagaimana ciri-ciri dominasi Nyai di pondok pesantren? Ketiga, Bagaimana dominasi Nyai dalam relasi guru-murid Madura? metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif lapangan. Sedangkan desainnya adalah studi fenomenologis dengan sampel sebanyak empat puluh orang dari kalangan Nyai, santri aktif, pengurus dan santri alumni PP. Annuqayah. Teori yang digunakan sebagai pisau analasis pada penelitian ini adalah Dominasi Michel Foucault dalam memaknai kekuasaan Nyai dan teori kepatuhan dalam menganalisis prilaku para santri di PP. Annuqayah. Penelitian ini menemukan bahwa kepatuhan santri pada Nyai di PP. Annuqayah berlandaskan pada kebutuhannya kepada ilmu pengetahuan dan konsep barokah yang telah tertanam pada diri mereka sejak awal dimondokkan. Hal tersebut menjadi dasar dari pengabdian para santri pada Nyai. Namun, kepatuhan di sini hanya berfokus pada hal positif sesuai dengan konsep ramah pesantren. Kepatuhan para santri tersebut menjadi dasar dari terbangunnya dominasi para Nyai di PP. Annuqayah. Dominasi Nyai Annuqayah dapat dilihat dari kemampuannya dalam memerintah santri untuk melakaukan sesuatu; bertanggung jawab; kemampuan mempengaruhi para santri; memegang kendali pembicaraan dalam forum; serta mengambil solusi dan menyelesaikan  masalah dengan baik.  Dominasi Nyai ini berorientasi dalam ranah pembelajaran domistik. Semua perintah Nyai pada para santri berupa pembelajaran baik yang bersifat praktis ataupun teoritis dalam kehidupan, sehingga dominasi Nyai bukan untuk kepentingan pribadinya.Kata kunci: Dominasi, Kepatuhan, Nyai, Santri, Pondok Pesantren  Annuqayah.ABSTRACTThis study aims to examine the teacher–student relationship between nyai and santri at Annuqayah Islamic boarding school, with a particular focus on the dominance of the nyai and the obedience of the santri. The research employs a qualitative field approach using a phenomenological study design, involving forty participants consisting of nyai, active santri, administrators, and alumni of Annuqayah Islamic boarding school. The theoretical framework draws on Michel Foucault’s theory of domination to interpret the power of the nyai, alongside obedience theory to analyze santri behavior. The findings indicate that santri obedience toward the nyai is grounded in their need for knowledge and the concept of barakah (blessing), which has been internalized since their early years in the pesantren and forms the basis of their devotion to the nyai. However, this obedience is limited to positive actions in line with the pesantren’s values of compassion and ethical conduct. Such obedience becomes the foundation for the construction of nyai dominance at Annuqayah, which is reflected in her ability to give instructions, assume responsibility, influence santri, control discussions in forums, and effectively resolve problems. This dominance is oriented toward domestic and educational learning, as all instructions given by the nyai to the santri are educational in nature—both practical and theoretical—and are not exercised for personal interests. Keywords: Compliance, Domination, Nyai, Santri, Pondok Pesantren Annuqayah. ABSTRACT